Rabu, 01 November 2017

Testimoni Fahri Hamzah


OPINI.WIN. Jika orang sekeras dan se'ngeyel ini saja bisa bilang begitu kalau Pak Jokowi sebagai Petahana merupakan calon yang paling berpeluang untuk kembali terpilih menjadi presiden di Pilpres 2019, apalagi pendukungnya?...😂😂😂

Saya sangat yakin sekali bahwa Pak Jokowi ini memang seorang Pemimpin yang memiliki kapasitas dan kemampuan diatas rata-rata sebagai seorang Presiden...

Kalau dibandingkan dengan Pak Mantan dan Satria berkuda, menurut hemat saya, tentu saja jauh sekali lah yauuwwww 😂😂😂

Dalam pernyataannya yang saya kutip di kompas, Fahri Hamzah mengatakan bahwa "Sepertinya sejak awal Pak Jokowi di antara semua calon yang menonjol dan paling dominan," kata Fahri Hamzah di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (6/8/2017).

"Tantanganya untuk parpol lain, relevan enggak jadi pesaing Pak Jokowi? Bawa ide baru apa? Pak Jokowi sudah kelihatan bangun sana, bangun sini. Sekarang mau datang, apa idenya?" kata Fahri.


Menurut Fahri, kalau mau menjadi penantang Pak De di Pilpres 2019, Parpol manapun harus bisa melihat apakah partai tersebut relevan tidak untuk bersaing dengan Pak Jokowi? Punya ide baru tidak? Kalau tidak ya, mending Pak Jokowi saja yang jadi Presidennya lagi

"Saya ingin elite berdebat menunjukkan pandangan yang berbeda, parpol yang tidak suka dengan Pak Jokowi berbicara tajam, tunjukkan perbedaan dan falsafah pandangan dalam menyelesaikan persoalan," kata dia.


Bahkan menurut Fahri Hamzah, seorang Prabowo pun belum tentu sanggup melawan Pak De kalau tidak kritis...

Menurut Fahri, Prabowo Subianto yang hendak diusung Partai Gerindra pada 2019 mendatang, juga belum cukup kritis terhadap pemerintah. Ia menyarankan agar Prabowo mulai vokal menyuarakan kritik dan masukannya.

Bagaimana dengan pendapat Anda? 😁😁😁

Semua Manusia Mencari Tuhan


OPINI.WIN. Pada dasarnya, Tuhan itu telah menaruh namanya dengan sebutang "Sang Pencipta" dalam diri semua  umat manusia...

Dan dari situlah akhirnya manusia mulai berusaha mencari Pengenalan akan Tuhan (Pribadi-Nya) lewat berbagai macam cara...

Dalam perjalanannya, akhirnya ada yang diijinkann Allah untuk mengenal diri-Nya hanya sekian % (persen) lewat inisiatif-Nya secara langsung melalui Wahyu, tapi ada juga yang dibiarkan Allah untuk melakukan pencarian tanpa mendapatkan pemahaman secara langsung dari-Nya...

Dari situlah akhirnya muncul berbagai macam aliran-aliran kepercayaan dan agama-agama didunia ini...

Namun ternyata tidak semua manusia dapat mengenal diri-Nya ketika mereka melakukan proses pencarian...

Ada juga yang berusaha mengenal diri-Nya tapi dalam pencarian terhadap pengenalan akan Tuhan, mereka tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan hatinya tentang keberadaan Sang Pencipta, sehingga akhirnya mereka menyimpulkan bahwa Tuhan itu tidak ada...

Apapun hasilnya, inti dari semuanya itu adalah, bahwa pada dasarnya didalam diri setiap manusia pasti ada pernyataan mengenai adanya Sang Pencipta...

Jadi...

Bantulah setiap orang untuk mengenal kebesaran Pribadi Allah dalam perspektif yang suci dan mulai...

Jangan perkenalkan Allah lewat perkataan dan perbuatanan Kita yang kasar dan buruk, sehingga akhirnya manusia bukannya dapat mengenal Allah dalam perspekti yang suci dan mulia, melainkan malah membuat Pribadi-Nya dikenal sebagai sosok yang jauh dari sifat sabar, lemah lembut dan penuh kasih...

Mari bersama-sama Kita melakukan pencarian dalam proses menuju pengenalan akan Allah secara lebih mendalam dan benar sambil membagikan pemahaman Kita tentang Allah dengan cara yang baik dan benar...

Jumat, 27 Oktober 2017

Menebak Strategi SBY Bertemu Pak Jokowi


OPINI.WIN. Hari ini Kita mendengar kabar kalau Pak Mantan bertemu dengan Bapak Presiden Joko Widodo. Dan ini merupakan pertemuan keduanya. Ada apa ya kira-kira dibalik pertemuan 2 tokoh negeri ini yang sama-sama dikenal memiliki kemampuan yang handal dalam hal strategi politik?

Kita semua tahu kalau SBY itu typikal orang yang gengsinya cukup tinggi, tapi kalau sampai beliau mau melakukan ini, berarti beliau punya alasan yang cukup kuat, sehingga mau bertemu dengan Pak De.

Menurut Saya, di pandangan SBY, Pak Jokowi ini bukanlah lawan yang ringan untuk dihadapi dan beliau tentu tahu bahwa kini beliau tidak sedang berhadapan dengan "Pemimpin Boneka" .

Jadi wajar saja jika beliau mau menanggalkan egonya untuk mau melakukan pertemuan dengan Pak Jokowi,

Apapun motifnya, mau tidak mau, kita tidak bisa menyangkal bahwa ternyata Pak De termasuk orang yang bisa membuat SBY mau menurunkan gengsinya yang tinggi itu...

Kalau diperhatikan, sepertinya SBY sudah tidak malu-malu meong lagi untuk mendekati Pak Jokowi dalam membangun hubungan, baik secara personal maupun dengan Pemerintahan yang dipimpin oleh Pak De 😂😂😂

Kira-kira ada apa ya dibalik sikapnya yang mulai "merendah" ini?...😯😯😯

Kayaknya hanya Pak Mantan saja yang tahu...

Kalo kita mah cm bisa meraba-raba saja 😅😅😅

Sekalipun Kita tidak tahu secara pasti motif dan tujuan dibalik pertemuan tersebut, tetapi tidak ada salahnya jika Saya secara pribadi ikut berasumsi terkait motif dari pertemuan tersebut 😅😅😅

Menurut pendapat pribadi Saya, ada 3 kemungkinan Pak SBY mau melakukan pertemuan dengan Pak Presiden:

Pertama, untuk kepentingan AHY (anak sulungnya) di Pilpres 2018.

Kedua, untuk mengangkat elektabilitas Partai Demokrat yang saat ini sedang menurun.

Ketiga, bisa jadi untuk mengamankan kebijakan-kebijakan masa lalunya yang kemungkinan besar punya potensi untuk diperkarakan ke ranah hukum.

Itulah Opini Saya, bagaimana dengan opini teman-teman? 😅😅😅

Tapi Saya tetap percaya, bahwa Pak De ini bukanlah orang sembarangan yang tidak mengerti apa-apa 😂😂😂

Menurut Saya, inilah saatnya pertarungan strategi tingkat tinggi yang sedang terjadi secara head to head...

Pertarungan strategi yang memiliki basic berbeda; yang 1 basicnya Pebisnis dan yang 1 nya lagi basicnya Militer. 

Kita lihat saja apa yang akan terjadi jika strategi bisnis bertemu dengan strategi militer...😂😂😂

Salam WNI 😂😂😂

Kamis, 19 Oktober 2017

Pribumi Bukan WNI


OPINI.WIN. Saya yakin kalau isu pribumi ini akan dijadikan sebagai salah satu senjata perang di Pilpres 2019...

Dan gong nya sudah mulai ditabuh pada 16 oktober 2017.

Siapakah yang akan disasar dengan isu pribumi ini?...

Bukan hanya Pak Jokowi yang akan disasar, bukan juga masyarakat keturunan china, tapi juga kelompok-kelompok yang berseberangan dengan mereka yang sedang disasar dengan cara mengobarkan semangat pribumi agar kelompok-kelompok yang bangga dengan sebutan pribumi ini mau ada dipihak mereka.

Mereka akan membenturkan orang-orang yang merasa dirinya sebagai pribumi dengan Pak Jokowi, etnis tertentu, dan sesama warga negara indonesia lainnya.

Apa yang harus kita lakukan dengan agenda kelompok-kelompok yang ingin meraih kekuasaan dengan cara mengusung tema KEBANGKITAN PRIBUMI di 2019?...

Menurut pendapat Saya pribadi, kita harus membangun semangat kebhinekaan didalam diri banyak orang...

Kita harus merubah persepsi banyak orang bahwa tidak ada lagi yang namanya warga negara pribumi, yang ada adalah warga negara indonesia...

Semua orang harus tahu bahwa pribumi itu bukan WNI...

Kita ini bangsa besar yang sudah ditakdirkan menjadi bangsa yang bisa disejajarkan dengan bangsa-bangsa besar yang ada dibelahan dunia ini.

Mana mungkin kita mau disebut pribumi yang justru istilah tersebut disejajarkan dengan binatang.

Mengapa saya mengatakan bahwa pribumi itu disejajarkan dengan binatang?...

Kita semua tahu bahwa istilah pribumi adalah kata lain dari inlander dan kalau kita tahu, ada 1 larangan yang pernah dibuat belanda yang ditujukan kepada masyarakat pribumi / inlander dan binatang.

Mau tahu kalimatnya? Nih baca baik-baik ya kalimatnya?...



VERBODEN VOOR HONDEN EN INLANDER, yang artinya “ANJING DAN PRIBUMI DILARANG MASUK.

Masih mau menyebut dirimu sebagai Pribumi? 😄😄😄

Sudah saatnya kini bagi kita semua untuk mulai melakukan perlawanan opini secara masif dan terstruktur dengan tema PRIBUMI BUKAN WNI...

Salam Pribumi!!... Ekhh salah dink, Salam WNI 😀😀😀

Sabtu, 14 Oktober 2017

Antara Pilatus dan Anies - Sandi



OPINi.WIN. Rencana Gubernur terpilih DKI Jakarta periode 2017 - 2022 Anies - Sandi yang ingin berkunjung ke Ahok ini jadi mengingatkan saya dengan salah 1 tokoh di Alkitab yang bernama Pilatus...

"Pilatus adalah salah 1 orang yang turut berperan terhadap penyaliban yang dialami oleh Tuhan Yesus...".

Dengan kewenangan yang dimiliki Pilatus, sebenarnya dia bisa menghalangi niat orang-orang Yahudi untuk menyalibkan-Nya, walau sekalipun Allah sudah menetapkan penebusan manusia lewat diri-Nya dengan cara disalibkan...

Tetapi Pilatus memilih untuk terlibat didalam penyaliban Tuhan Yesus dengan cara yang sangat halus dan licik yang seolah-olah dia tidak mau terlibat didalamnya.

Pilatus tahu bahwa Yesus tidak bersalah dan korban kebencian segelintir oknum, tetapi karena tekanan yang begitu besar dari banyak orang, ia akhirnya mengikuti keinginan orang-orang itu.

Akhirnya, dengan kemunafikannya, Pilatus melakukan cuci tangan dihadapan banyak orang.



"Sekalipun secara tidak langsung dia mau berusaha menutupi niatnya, namun semua orang Kristen tahu bahwa Pilatus terlibat didalamnya...".

Begitu juga dengan Anies - Sandi, sekalipun mereka mengatakan bahwa Ahok masuk penjara karena kasus penistaan agama, tetapi banyak orang tahu bahwa kondisi yang dialami Ahok tidak terlepas dari strategi yang dilakukan oleh team pemenangan yang ada di kubunya.

Jadi menurut saya, percuma saja mereka mengunjungi Ahok di Mako Brimob, karena publik (termasuk saya) banyak yang tahu bahwa karena merekalah Ahok dipenjara...

Saran saya terhadap gubernur terpilih untuk membatalkan niatnya mengunjungi Ahok sekalipun dengan menggunakan maksud yang baik...

Karena hal itu justru semakin mengingatkan ke banyak orang bahwa karena merekalah Ahok di penjara...

Ini opiku, apa opinimu?...

Selasa, 10 Oktober 2017

Menjadi Manusia Beragama atau Manusia Rohani?...


OPINI.WIN. Menjadi manusia beragama itu tidak sama dengan menjadi manusia rohani. Ini adalah 2 hal yang sangat berbeda.

Kita seringkali salah dalam melakukan pencapaian agar bisa menjadi manusia rohani...

Seringkali kita berpikir bahwa ketika kita melakukan aturan - aturan keagamaan, maka kita sudah menjadi manusia rohani, sehingga dengan pongahnya seringkali kita melihat orang lain dengan sebelah mata hanya karena orang tersebut kalah jauh dibandingkan kita dalam menjalankan aturan - aturan maupun ritual - ritual keagamaan.

Kerohanian seseorang itu tidak bisa dilihat dari atribut - atribut keagamaan yang digunakan serta dari pernyataan - pernyataan orang lain bahwa dia itu rohani.

Kerohanian seseorang hanya bisa dilihat dari bagaimana kesehariannya bersama Tuhan.

Kebaikan seseorang juga tidak bisa dijadikan alat ukur bahwa dia itu sangat rohani.

Justru banyak sekali orang yang tidak beragama memiliki perilaku yang lebih baik dibandingkan orang2 yang beragama, apakah berarti dia itu sangat rohani?...

Membangun manusia rohani itu bukan dengan cara menyematkan atribut - atribut keagamaan didalam dirinya, berbuat baik sebanyak - banyaknya, maupun datang ketempat ibadah sesering mungkin agar dianggap sangat rohani.

Biarlah yang bertelinga mendengar...

Image : elizabethhagan.com

Jumat, 06 Oktober 2017

Kasih itu Memaafkan, Tetapi Kasih itu Juga Menegur


OPINI.WIN. Kasih itu seperti mata uang yang memiliki 2 sisi...

Sampai detik ini saya masih sering mendengar banyak orang berbicara tentang kasih dari sisi kanan...

Mereka tidak tahu atau tidak sadar bahwa kasih itu seperti mata uang yang punya 2 sisi...

Kasih memang identik dengan memaafkan dan mengampuni...

Tetapi di dalam kasih juga ada tegoran dan didikan...


Jika orang fasik selalu disuguhi maaf dan pengampunan, lalu siapakah yang akan menyadarkannya tentang keburukan dalam dirinya...

Jika kasih diwujudkan hanya dari sisi memaafkan dan mengampuni, maka yang jahat akan semakin jahat, yang tidak benar akan semakin tidak benar...

Harus ada keseimbangan dalam memberikan respon terhadap hal-hal buruk yang diungkapkan seseorang dihadapan publik yang bisa melukai hati dan merusak keberagaman...

Kasih itu tidak selalu bicar kelemah lembutan tapi juga ketegasan...

SAATNYA DIAM BUKAN PILIHAN...

Ke"Tuhan"an yang Maha Esa


OPINI.WIN. Menanggapi pernyataan Eggi Sudjana yang menyatakan, bahwa dengan keberadaan PERPPU No.2/2017, maka semua agama selain Islam harus dibubarkan dari muka bumi Indonesia, KARENA HANYA ISLAM YANG MENGAKUI KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Bahkan dengan sangat pongahnya dia mengatakan bahwa agama Budha, Hindu dan Kristen harus dibubarkan karena bertentangan dengan Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu, lewat postingan kali ini, Saya ingin sedikit berpendapat mengenai maksud dari Ke"Tuhan"an yang Maha Esa dalam konteks keyakinan Saya...

Menurut Saya secara pribadi, Ke"Tuhan"an yang Maha Esa artinya bahwa setiap agama yang diakui di Indonesia hanyalah agama yang Allah nya esa...

Sekalipun Esa sering disamakan dengan angka "Satu", tapi bukan berarti satu itu selalu dikaitkan dengan istilah tunggal...

Ibarat seperti pria dan wanita yang sudah menikah dan dianggap bukan lagi dua tapi satu, maka demikianlah makna "satu" yang disematkan dalam pribadi Allah pemeluk agama Kristen...

Mengapa Kristen konsep Allah nya dikenal dengan konsep Trinitas (sehingga seringkali dianggap 3)?

Sebenarnya paham Trinitas itu sendiri bukanlah ajaran kitab suci, paham Trinitas itu adalah hasil dari upaya manusia untuk mencapai pemahaman tentang Allah yang sulit dijangkau lewat penafsiran kitab suci untuk mengenal wujud Sang Khalik...

Seperti ada agama yang mengatakan bahwa Allah itu Zat, Nur dan sekaligus Firman, tapi tetap saja Allah dikenal sebagai Allah yang Esa (satu dalam pengertian hakikat, derajat, kebesaran & kebenaran-Nya)...

Inilah pemahaman saya dari sudut agama kristen yang saya yakini...

#DamaiItuIndah