Kamis, 19 Oktober 2017

Pribumi Bukan WNI


OPINI.WIN. Saya yakin kalau isu pribumi ini akan dijadikan sebagai salah satu senjata perang di Pilpres 2019...

Dan gong nya sudah mulai ditabuh pada 16 oktober 2017.

Siapakah yang akan disasar dengan isu pribumi ini?...

Bukan hanya Pak Jokowi yang akan disasar, bukan juga masyarakat keturunan china, tapi juga kelompok-kelompok yang berseberangan dengan mereka yang sedang disasar dengan cara mengobarkan semangat pribumi agar kelompok-kelompok yang bangga dengan sebutan pribumi ini mau ada dipihak mereka.

Mereka akan membenturkan orang-orang yang merasa dirinya sebagai pribumi dengan Pak Jokowi, etnis tertentu, dan sesama warga negara indonesia lainnya.

Apa yang harus kita lakukan dengan agenda kelompok-kelompok yang ingin meraih kekuasaan dengan cara mengusung tema KEBANGKITAN PRIBUMI di 2019?...

Menurut pendapat Saya pribadi, kita harus membangun semangat kebhinekaan didalam diri banyak orang...

Kita harus merubah persepsi banyak orang bahwa tidak ada lagi yang namanya warga negara pribumi, yang ada adalah warga negara indonesia...

Semua orang harus tahu bahwa pribumi itu bukan WNI...

Kita ini bangsa besar yang sudah ditakdirkan menjadi bangsa yang bisa disejajarkan dengan bangsa-bangsa besar yang ada dibelahan dunia ini.

Mana mungkin kita mau disebut pribumi yang justru istilah tersebut disejajarkan dengan binatang.

Mengapa saya mengatakan bahwa pribumi itu disejajarkan dengan binatang?...

Kita semua tahu bahwa istilah pribumi adalah kata lain dari inlander dan kalau kita tahu, ada 1 larangan yang pernah dibuat belanda yang ditujukan kepada masyarakat pribumi / inlander dan binatang.

Mau tahu kalimatnya? Nih baca baik-baik ya kalimatnya?...



VERBODEN VOOR HONDEN EN INLANDER, yang artinya “ANJING DAN PRIBUMI DILARANG MASUK.

Masih mau menyebut dirimu sebagai Pribumi? 😄😄😄

Sudah saatnya kini bagi kita semua untuk mulai melakukan perlawanan opini secara masif dan terstruktur dengan tema PRIBUMI BUKAN WNI...

Salam Pribumi!!... Ekhh salah dink, Salam WNI 😀😀😀

Sabtu, 14 Oktober 2017

Antara Pilatus dan Anies - Sandi



OPINi.WIN. Rencana Gubernur terpilih DKI Jakarta periode 2017 - 2022 Anies - Sandi yang ingin berkunjung ke Ahok ini jadi mengingatkan saya dengan salah 1 tokoh di Alkitab yang bernama Pilatus...

"Pilatus adalah salah 1 orang yang turut berperan terhadap penyaliban yang dialami oleh Tuhan Yesus...".

Dengan kewenangan yang dimiliki Pilatus, sebenarnya dia bisa menghalangi niat orang-orang Yahudi untuk menyalibkan-Nya, walau sekalipun Allah sudah menetapkan penebusan manusia lewat diri-Nya dengan cara disalibkan...

Tetapi Pilatus memilih untuk terlibat didalam penyaliban Tuhan Yesus dengan cara yang sangat halus dan licik yang seolah-olah dia tidak mau terlibat didalamnya.

Pilatus tahu bahwa Yesus tidak bersalah dan korban kebencian segelintir oknum, tetapi karena tekanan yang begitu besar dari banyak orang, ia akhirnya mengikuti keinginan orang-orang itu.

Akhirnya, dengan kemunafikannya, Pilatus melakukan cuci tangan dihadapan banyak orang.



"Sekalipun secara tidak langsung dia mau berusaha menutupi niatnya, namun semua orang Kristen tahu bahwa Pilatus terlibat didalamnya...".

Begitu juga dengan Anies - Sandi, sekalipun mereka mengatakan bahwa Ahok masuk penjara karena kasus penistaan agama, tetapi banyak orang tahu bahwa kondisi yang dialami Ahok tidak terlepas dari strategi yang dilakukan oleh team pemenangan yang ada di kubunya.

Jadi menurut saya, percuma saja mereka mengunjungi Ahok di Mako Brimob, karena publik (termasuk saya) banyak yang tahu bahwa karena merekalah Ahok dipenjara...

Saran saya terhadap gubernur terpilih untuk membatalkan niatnya mengunjungi Ahok sekalipun dengan menggunakan maksud yang baik...

Karena hal itu justru semakin mengingatkan ke banyak orang bahwa karena merekalah Ahok di penjara...

Ini opiku, apa opinimu?...

Selasa, 10 Oktober 2017

Menjadi Manusia Beragama atau Manusia Rohani?...


OPINI.WIN. Menjadi manusia beragama itu tidak sama dengan menjadi manusia rohani. Ini adalah 2 hal yang sangat berbeda.

Kita seringkali salah dalam melakukan pencapaian agar bisa menjadi manusia rohani...

Seringkali kita berpikir bahwa ketika kita melakukan aturan - aturan keagamaan, maka kita sudah menjadi manusia rohani, sehingga dengan pongahnya seringkali kita melihat orang lain dengan sebelah mata hanya karena orang tersebut kalah jauh dibandingkan kita dalam menjalankan aturan - aturan maupun ritual - ritual keagamaan.

Kerohanian seseorang itu tidak bisa dilihat dari atribut - atribut keagamaan yang digunakan serta dari pernyataan - pernyataan orang lain bahwa dia itu rohani.

Kerohanian seseorang hanya bisa dilihat dari bagaimana kesehariannya bersama Tuhan.

Kebaikan seseorang juga tidak bisa dijadikan alat ukur bahwa dia itu sangat rohani.

Justru banyak sekali orang yang tidak beragama memiliki perilaku yang lebih baik dibandingkan orang2 yang beragama, apakah berarti dia itu sangat rohani?...

Membangun manusia rohani itu bukan dengan cara menyematkan atribut - atribut keagamaan didalam dirinya, berbuat baik sebanyak - banyaknya, maupun datang ketempat ibadah sesering mungkin agar dianggap sangat rohani.

Biarlah yang bertelinga mendengar...

Image : elizabethhagan.com

Jumat, 06 Oktober 2017

Kasih itu Memaafkan, Tetapi Kasih itu Juga Menegur


OPINI.WIN. Kasih itu seperti mata uang yang memiliki 2 sisi...

Sampai detik ini saya masih sering mendengar banyak orang berbicara tentang kasih dari sisi kanan...

Mereka tidak tahu atau tidak sadar bahwa kasih itu seperti mata uang yang punya 2 sisi...

Kasih memang identik dengan memaafkan dan mengampuni...

Tetapi di dalam kasih juga ada tegoran dan didikan...


Jika orang fasik selalu disuguhi maaf dan pengampunan, lalu siapakah yang akan menyadarkannya tentang keburukan dalam dirinya...

Jika kasih diwujudkan hanya dari sisi memaafkan dan mengampuni, maka yang jahat akan semakin jahat, yang tidak benar akan semakin tidak benar...

Harus ada keseimbangan dalam memberikan respon terhadap hal-hal buruk yang diungkapkan seseorang dihadapan publik yang bisa melukai hati dan merusak keberagaman...

Kasih itu tidak selalu bicar kelemah lembutan tapi juga ketegasan...

SAATNYA DIAM BUKAN PILIHAN...

Ke"Tuhan"an yang Maha Esa


OPINI.WIN. Menanggapi pernyataan Eggi Sudjana yang menyatakan, bahwa dengan keberadaan PERPPU No.2/2017, maka semua agama selain Islam harus dibubarkan dari muka bumi Indonesia, KARENA HANYA ISLAM YANG MENGAKUI KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Bahkan dengan sangat pongahnya dia mengatakan bahwa agama Budha, Hindu dan Kristen harus dibubarkan karena bertentangan dengan Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu, lewat postingan kali ini, Saya ingin sedikit berpendapat mengenai maksud dari Ke"Tuhan"an yang Maha Esa dalam konteks keyakinan Saya...

Menurut Saya secara pribadi, Ke"Tuhan"an yang Maha Esa artinya bahwa setiap agama yang diakui di Indonesia hanyalah agama yang Allah nya esa...

Sekalipun Esa sering disamakan dengan angka "Satu", tapi bukan berarti satu itu selalu dikaitkan dengan istilah tunggal...

Ibarat seperti pria dan wanita yang sudah menikah dan dianggap bukan lagi dua tapi satu, maka demikianlah makna "satu" yang disematkan dalam pribadi Allah pemeluk agama Kristen...

Mengapa Kristen konsep Allah nya dikenal dengan konsep Trinitas (sehingga seringkali dianggap 3)?

Sebenarnya paham Trinitas itu sendiri bukanlah ajaran kitab suci, paham Trinitas itu adalah hasil dari upaya manusia untuk mencapai pemahaman tentang Allah yang sulit dijangkau lewat penafsiran kitab suci untuk mengenal wujud Sang Khalik...

Seperti ada agama yang mengatakan bahwa Allah itu Zat, Nur dan sekaligus Firman, tapi tetap saja Allah dikenal sebagai Allah yang Esa (satu dalam pengertian hakikat, derajat, kebesaran & kebenaran-Nya)...

Inilah pemahaman saya dari sudut agama kristen yang saya yakini...

#DamaiItuIndah

Selasa, 26 September 2017

Iblis Telah Hijrah Lebih Awal


OPINI.WIN. Dulu iblis menggoda manusia agar hubungan manusia dengan Allah dan sesama menjadi rusak dengan hal-hal yang sangat menjijikkan, mengandung kekejaman dan pencemaran...

Dengan berjalannya waktu, iblis tahu bahwa caranya ini sudah tidak ampuh lagi, sehingga akhirnya dia mulai merubah cara dan strateginya...

Dari yang kotor, kasar, keras dan menjijikkan beralih ke hal-hal yang lebih bersifat terselubung dan religius...

Atau dengan kata lain, iblis mulai melakukan hijrah dalam hal strategi dan cara-cara menjatuhkan manusia...

Makanya saya menyebutnya hijrahnya iblis itu sudah lebih dulu terjadi dibandingkan hijrahnya seorang manusia yang ingin meninggalkan hal-hal duniawi menuju ke hal-hal yang bersifat rohani...

Oleh karena itu jangan kaget ketika seseorang sudah sampai pada area dimana dia melakukan hijrah, disitu iblis sudah menunggu 😊😊😊

Ditempat manusia hijrah, sudah ada iblis dengan segala macam propaganda dan strategi-strategi liciknya yang siap mempengaruhi mereka yang ada didalam hijrah nya...

Dan jangan kaget kalau Anda akhirnya banyak menemukan orang beragama memanfaatkan agamanya untuk mewujudkan keinginan manusia duniawinya....

Semakin lama beragama semakin tidak benar hidupnya, berani menjual agama dan menggunakan nama Allah untuk tujuan yang jahat...

Karena sesungguhnya mereka sudah terkena jebakan iblis dan menjadi hamba nya (iblis)...

Sumber image: imgrum.org/tag/iblis

Pak Jokowi Bikin Banyak Orang Jadi Gila


OPINI.WIN. Cuma jokowi yang bisa bikin banyak orang jadi gila...

Ya... Banyak orang jadi gila gara2 kehadirannya...

Baru kali ini Indonesia dipimpin oleh seorang Presiden yang bisa bikin gila rakyatnya...

Kepribadiannya, cara dia menjalankan tanggung jawabnya, cara dia menyikapi para pembencinya dan cara dia memanusiakan manusia, telah membuat banyak orang yang tergila-gila, bahkan ada yang menjadi seperti orang gila...

Jokowi Membuat Gila Lawannya:

Dia membuat gila para pembencinya, sehingga mereka benar2 terlihat menjadi seperti orang gila dg segala macam prilakunya...

Dia membuat para pembencinya menjadi sangat gila, sehingga mau melakukan apa saja untuk menjatuhkannya...

Bahkan dia juga membuat mereka menjadi terlihat sangat dungu...

Jokowi Membuat Gila Pendukungnya:

Dia membuat gila para pendukungnya, sehingga mereka secara sadar dengan rela mau memutuskan urat malunya untuk memberikan dukungan melawan para hater'nya tanpa memikirkan rasa malu di hadapan orang-orang yang mereka kenal dengan cara melakukan perlawanan yang cukup keras di sosial media...

Dia membuat para pendukungnya menjadi seperti orang gila, sehingga mereka mau lakukan apa saja untuk mendukung kepemimpinannya...

Memang Jokowi itu gila...

Sampai-sampai hasil kerjanya yang hanya beberapa tahun saja bisa bikin orang geleng-geleng kepala seperti orang gila...

Koruptor melahirkan koruptor...

Pemimpin melahirkan pemimpin...

Pengusaha melahirkan pengusaha...

Dan...

Pak Jokowi melahirkan kegilaan...

2 periode buat Pak Presiden Joko Widodo...😉😉😉

Rabu, 13 September 2017

Sebutan "YANG TERHORMAT' Bukanlah untukmu Wahai Para Wakil Rakyat


OPINI.WIN. Entah mengapa beberapa waktu ini saya mulai merasa makin jengah terhadap sikap beberapa anggota dewan perwakilan rakyat "YANG TERHORMAT" ini...

Ada kesan arogan yang mereka tunjukkan kepada publik luas di negeri ini...

"Seakan-akan" mereka mau kasih tahu kita bahwa mereka adalah lembaga yang paling tinggi kedudukannya di negeri ini...

Seringkali tanpa mereka sadari maupun disadari, mereka mau menunjukkan kepada kita bahwa apapun yang mereka mau harus dituruti...

Contohnya...

Pertama, Kalau mereka mau panggil seseorang maupun pejabat negeri ini, mereka maunya yang dipanggil ya harus datang (kalau tidak datang, mereka seringkali melakukan upaya-upaya yang mengandung tekanan baik secara halus maupun terang2an).

Kedua, Kalau mereka tidak suka sama pejabat negara, maka mereka secara terang-terangan menolak untuk bekerja sama dengan yang tidak disukai (contohnya menteri rini soemarno)

Selain itu, seringkali kinerja mereka juga kurang begitu memuaskan dimata saya dan mereka seringkali suka gagal fokus alias suka mengeluarkan pernyataan-pernyataan serta melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi jabatan yang mereka emban...

Saya tidak tahu dengan teman-teman netizen yang lainnya, tapi secara pribadi saya sendiri sudah mulai sangat jengah dengan keberadaan beberapa anggota dewan "YANG TERHORMAT" ini...

Dan kejengahan ini akhirnya men'generalisir sampai ke institusinya...

Semoga saja keberadaan para anggota dewan "YANG TERHORMAT" ini tidak berlarut-larut menampilkan sikap dan perilaku seperti anak kecil...

Menurut saya, mereka ini tidak pantas kalau minta disebut "YANG TERHORMAT"...

Mengapa mereka tidak pantas disebut "YANG TERHORMAT" ?...

Karena mereka ini adalah seorang "abdi" (kacung)...

Yaaa, mereka itu adalah abdi (kacung) nya rakyat...

Karena rakyatlah, mereka bisa mendapatkan kedudukan yang terhormat...

Jadi menurut saya yang pantas mendapatkan sebutan "YANG TERHORMAT" adalah RAKYAT...

Bagaimana dengan pendapat teman-teman? 😁