Jumat, 28 April 2017

(Analisa Pribadi) Misteri Fenomena Karangan Bunga Buat Ahok



OPINI.WIN. Dibalik kekalahan Ahok - Djarot dalam Pemilihan Kepala Daerah di DKI Jakarta, ternyata telah memunculkan satu fenomena baru yang sangat luar biasa hebohnya.

Fenomena ini menjadi perhatian banyak pihak, baik di Jakarta sendiri maupun sampai di daerah - daerah lain, bahkan mungkin juga sampai ke manca negara.

Semua tahu kalau dalam beberapa hari terakhir ini banyak sekali warga yang mengirimkan karangan bunga yang ditujukan ke Basuki - Djarot di Balai Kota.

Karangan bunga itu ternyata bukan hanya datang dari warga Jakarta tetapi juga dari warga luar Jakarta. 

Dan yang lebih hebohnya lagi, karangan bunga yang diberikan ke Ahok dan Djarot itu bukan hanya di tujukan ke balai kota saja, melainkan kabar yang sempat saya dengar ada karangan bunga yang dikirim ke balai kota di daerah - daerah yang warganya ingin turut serta dalam memberikan apresiasi kepada Ahok dan Djarot, 

Sampai saat ini karangan bunga yang diberikan warga di Balai Kota Jakarta sudah mencapai lebih dari 3000 (1).

Buat saya ini adalah suatu fenomena yang sangat langka sekali terjadi...

Bagimana mungkin seorang yang kalah dalam suatu Pemilihan Kepala Daerah justru mendapatkan respon yang sangat luar biasa besarnya dari warga yang pernah dipimpinnya.

Bukankah seharusnya justru yang menang yang mendapatkan perlakuan seperti ini?

"Pertanyaannya adalah, ada apa dengan fenomena ini?..." 

Apakah ada sesuatu yang ingin Tuhan sampaikan kepada kita semua mengenai sosok Ahok ini?...

Selama ini secara pribadi saya melihat bahwa Pak Ahok ini memiliki kapasitas diatas seorang Gubernur.

Dengan adanya fenomena seperti sekarang ini, saya menjadi semakin yakin bahwa memang Ahok sudah waktunya untuk dibutuhkan oleh negeri ini, bukan hanya untuk 1 daerah tapi untuk seluruh rakyat Indonesia.

Buat saya, karangan bunga yang ditujukan ke Ahok ini bukan sekedar sebagai ungkapan apresiasi dan ucapan terima kasih saja, tetapi menurut pendapat pribadi saya, ini adalah sebagai sebuah pernyataan Ilahi, bahwa Ahok dibutuhkan seluruh rakyat Indonesia.

"Dan jika apa yang saya yakini ini benar, maka saya makin percaya bahwa sekaranglah waktunya Ahok naik level.."

Gerakan massa di dalam memberikan apresiasi kepada Ahok lewat karangan bunga inilah yang membuat saya yakin bahwa inilah waktunya Ahok memberikan hidupnya dan mengabdikan hidupnya bukan hanya untuk Jakarta tapi untuk seluruh rakyat Indonesia.

Begitulah kira - kira analisa saya...

Sumber image: kompas

Pak Anies Baswedan, Berdamailah Dengan Dirimu Dulu



OPINI.WIN. Maraknya kiriman karangan bunga yang ditujukan ke Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot di Balai Kota justru kini di tanggapi secara tidak logis oleh berbagai kalangan yang berada dibarisan Gubernur terpilih Anies Baswedan.

Ada yang mengatakan bahwa karangan bunga itu bukan datang dari warga Jakarta, tetapi justru hasil dari settingan team nya Pak Ahok.

Yang lebih menggelikan lagi adalah datangnya reaksi dari Anies Baswedan secara pribadi...

Bagi Saya secara pribadi, mau kiriman bunganya rekayasa atau tidak, seharusnya Pak Anies tidak perlu sampai kepo gitu dengan melakukan upaya cek and ricek segala (kalau salah mohon dikoreksi ya...)   

Cek and ricek (Sumber: FB)

Menurut saya, "Pak Anies itu belum selesai dengan dirinya sendiri"...

Justru hal tersebut makin memberikan tanda bahwa sebenarnya Pak Anies Baswedan itu belum berdamai dengan dirinya sendiri...

Sudahlah Pak Anies, Anda itu kan sudah menang dalam pemilihan Gubernur DKI? Siapin saja program - program yang akan dijalankan setelah pelantikan nanti?

Dari pada Bapak repot - repot ngurusin masalah bunga, lebih baik kan Bapak membentuk team inti untuk membantu Bapak dalam mengeksekusi program - program yang sudah dijanjikan dan dipersiapkan?

Apalagi 2 target bapak sudah tercapai, yaitu menjadi Gubernur DKI Jakarta dan menjadi orang yang ingin men'sejahtera'kan warga DKI Jakarta?

Bagaimana Pak Anies bisa menyelesaikan persoalan - persoalan yang ada di jakarta kalau persoalan dengan dirinya sendiri saja Bapak masih belum bisa menyelesaikan   

Saran saya cuma 1 saja ke Pak Anies, ayolah Pak jangan baper and kepo gituu   


Kamis, 13 April 2017

Anies Baswedan Tidak Cocok Jadi Gubernur DKI




OPINI.WIN. Bukan sekali dua kali Anies Baswedan selalu membuat pernyataan tentang "Keberpihakan".

Terakhir kali pernyatan tersebut kembali diucapkan pada acara Debat Final Putaran Kedua Pilkada DKI pada 12 April 2017.

Menurut Anies yang paling penting adalah masalah keberpihakan...

Ternyata salah satu keyword andalannya Anies Baswedan adalah "ini soal keberpihakan"

Saya akhirnya jadi berpikir, bagaimana mungkin Anies Baswedan bisa jadi Pemimpin yang amanah kalau salah satu statetment andalannya adalah "Ini soal keberpihakan"

Bagi Saya secara pribadi, Pemimpin yang amanah itu tidak boleh berpihak tapi harus bisa berlaku adil...

 

Demi keadilan, dia seharusnya tidak boleh berpihak...


Kalau rakyat salah ya tidak boleh dibiarin dan dibela mati - matian donk?...

Kalau pengusaha salah ya tidak boleh dibiarin dan dibela mati - matian donk?...

Kalau oknum birokrat salah ya tidak boleh dibiarin dan dibela mati - matian donk?...

Kalau orang dekatnya salah ya tidak boleh dibiarin dan dibela mati - matian donk?...

Mau rakyat kecil, pengusaha, oknum birokrat, maupun orang dekatnya, kalau mereka salah, ya harus ditindak sesuai dengan undang - undang yang berlaku di negeri ini.

Oleh karena itu, secara pribadi Saya berpendapat jika Anies Baswedan itu sebenarnya tidak cocok untuk menjadi Gubernur DKI...

Begitulah Opini Saya...

Image ; liputan6.com

Senin, 02 Januari 2017

Anies Telah Bermetamorfosis



OPINI.WIN. Tidak sedikit orang yang dulunya mengagumi Pak Anies Baswedan (termasuk Saya), sekarang menjadi sangat kecewa berat karena perkataan, sikap dan tindakannya yang mulai kelihatan menjauh dari kepribadiannya yang dulu dikenal sangat santun dan berwawasan luas.

Banyak dari mereka yang bukan hanya kecewa tetapi sulit untuk move on dari "rasa" yang pernah ada terhadap Pak Anies yang terkenal santun dan terpelajar 😁😊...

Hari ini Saya hanya ingin mengingatkan kepada teman-teman yang sudah terjangkiti virus kecewa berat dan yang sulit untuk move on dari Pak Anies Baswedan untuk segera mengambil sikap agar tidak berlarut-larut menyimpan rasa kecewa, marah dan benci terhadapnya.

Mengapa Saya menyarankan untuk berhenti menyimpan rasa kecewa, marah dan benci?...

Jawabannya hanya satu, KARENA Pak Anies Baswedan sudah tidak mungkin (menurut pendapat pribadi) bisa kembali seperti yang dulu.

Dia kini sudah berubah!!...

Pak Anies yang sekarang bukanlah Pak Anies yang dulu...

Terimalah itu dengan hati yang lapang...

Pak Anies yang dulu aktivis, kini telah berubah menjadi Pak Anies yang politisi...

Pak Anies yang dulu santun, kini telah berubah menjadi Pak Anies yang suka menyerang...

Pak Anies yang dulu sering bikin adem hati, kini telah berubah menjadi Pak Anies yang sering bikin kesal hati...

Pak Anies yang dulu anti terhadap perobek ke’bhineka’an, kini telah membangun hubungan dengan yang dulu pernah diserangnya...

Pak Anies yang dulu akedemisi, kini telah menjadi Pak Anies yang oportunis...

Masihkah Kita mengharap Pak Anies kembali seperti yang dulu?...

Rasanya harapan itu akan seperti peribahasa yang mengatakan “Bagai pungguk merindukan bulan” (menginginkan sesuatu hal yang tidak mungkin dapat terwujud).

Saatnya kini Kita mengharapkan sesuatu yang pasti!!...

Tinggalkanlah yang sudah tidak bisa memberikan harapan dan kepastian...

Suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar, kini Pak Anies Baswedan sudah bermetamorfosis (KBBI - berubah kedudukan: tingkat, martabat)...

Dia telah berubah...

Dia tidak seperti dulu dan sudah tidak bisa Kita harapkan lagi.

Karakter, kepribadian, cara bicara dan cara pandangnya yang seperti sekarang ini, rasanya sangat sulit bisa diharapkan untuk menjadi pemimpin yang berkualitas...

Pak Anies bukanlah seorang yang konsisten terhadap apa yang diyakininya...

Beliau suka berubah dengan segala apa yang pernah dikatakan dan diputuskannya (malah kalau boleh jujur, habis rizieq syihab justru lebih konsisten dibandingkan beliau)...

Tulisan ini Saya buat sebagai ungkapan rasa kecewa atas keputusan Pak Anies Baswedan yang bersifat politis dengan mengabaikan nilai-nilai positif yang selama ini dia miliki...

Sekalipun Saya tidak yakin bahwa Pak Anies bisa kembali seperti dulu, tetapi Saya tetap berharap agar Pak Anies Baswedan bisa kembali kejalan yang dulu pernah dia hidupi...

Begitulah akhirnyaaa...

Image by kompasiana.com

Senin, 26 Desember 2016

Om Telolet Om Versi Remix

OPINI.WIN. Fenonema ini Om Telolet Om sudah menjalar dan menjadi viral di tingkat dunia. Bukan hanya dikalangan artis dunia, tetapi juga telah menjadi perhatian dikalangan para DJ Hits dunia yang akhirnya membuat para DJ tersebut meramaikan fenomena Om Telolet Om dalam versi remix...

Berikut ini video Om Telolet Om dalam versi remix yang bisa Anda dengarkan...

Ummet Ozcan – Om Telolet Om (Original Song)



Firebeatz



Untuk lokal sendiri ada video remix dari Eka Gustiwana


Bagaimana, suka kan dengan versi remixnya? 😀😂

Sabtu, 17 Desember 2016

2 Kebijakan Pemerintahan Jokowi Terhadap Timnas Indonesia


OPINI.WIN. Pemerintahan Jokowi menjanjikan bonus sebesar 12 Milyar bagi timnas Indonesia yang akan berhadapan dengan Thailand dalam Final piala AFF leg kedua di Thailand jika memenangkan pertandingan tersebut.

Keputusan pemerintah yang lainnya adalah dengan memberangkatkan keluarga pemain tim nasional Indonesia menuju Bangkok untuk mendukung Tim Garuda menghadapi Thailand pada final kedua Piala AFF 2016, Sabtu (17/12/2016).

Apa yang menarik dari berita ini?...

Sepertinya tidak ada yang menarik kecuali keputusan pemerintah ini terbukti sangat peduli dengan olah raga sepak bola dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

2 hal yang diputuskan pemerintah ternyata bukan hanya sebagai wujud kepedulian terhadap olah raga sepak bola, tetapi juga sedang memberikan rasa nyaman dan motivasi yang tinggi agar mereka bisa bermain sangat maksimal, sehingga apa yang diinginkan rakyat Indonesia bisa terwujud, yaitu Indonesia menjadi juara.

Selamat bertanding Pasukan Garuda !!...

Kamis, 15 Desember 2016

#BoikotKaskus - Pendiri Kaskus Andrew Darwis Dukung Ahok


OPINI.WIN. Kamis (15/12/2016), Pendiri Kaskus Andrew Darwis datang ke Rumah Lembang untuk memberi dukungan kepada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Dalam kunjungannya, dia mengatakan bahwa dukungan yang diberikannya adalah atas nama pribadi.

"Saya datang ke sini enggak mewakili Kaskus ya, tapi mewakili pribadi saja karena saya lihat Jakarta ini sejak kepemimpinan Pak Ahok banyak perubahan,".

Andrew yakin Jakarta akan berkembang semakin maju dan rapi jika Ahok diberi kesempatan satu periode lagi.

"Terlihat kayak daerah Pluit sekarang jarang banjir. Kemudian, Kalijodo rapi, jadi tempat main skateboard, bisa buat kumpul-kumpul," ujar Andrew.

Bagi Andrew, Ahok juga merupakan sosok yang tegas dan pekerja keras. Di mata Andrew, Ahok adalah tipe orang yang lebih suka langsung bekerja. Dia mengatakan memerlukan orang seperti itu.

"Kita masih dalam tahap belajar jadi perlu guru yang galak," ujar Andrew.

Kira-kira setelah ini ada hashtag #BoikotKaskus gak ya?...

Biarlah waktu yang berbicara...

Rabu, 14 Desember 2016

Mantan Pengacara Kelompok Islam Fundamental Radikal ini Akhirnya Menjadi Pembela Ahok


OPINI.WIN. MUANNAS ALAIDID : "SAYA AKAN MEMBELA AHOK MATI-MATIAN WALAU SENDIRIAN."

Banyak yang tanya ke saya, kenapa saya begitu membela ahok mati2an dalam tuduhan penistaan agama ?, 😔

Karena kasus ini saya paham betul, mana yg menistakan dan mana yang tidak. Apa yg saya yakini sebagai kebenaran dan keadilan saat ini, insya Allah tidak akan pernah melunturkan iman islam saya. Lahaulawlaquwatta illahbillahil adzi hil addzim.

Beberapa orang di sosmed yg menhujat dan mencacu maki saya selama ini mereka mencari tahu siapa Muannas Alaidid merasa aneh koq ada orang islam yg bela ahok, Pikirnya hehehee 😀

Ternyata setelah mereka cari di google, justru Muannas Alaidid memiliki latar belakang diantaranya menghabiskan pendidikannya di Muhammadiyah sejak SMA sampai dengan Perguruan Tinggi, bahkan semasa kecil pernah belajar di sekolah madrasah islam YAKA & pernah tercatat sbg Pengurus TPM (TIm Pengacata Muslim) yaitu Tim Advokasi Muslim yg konsen dalam pembelaan umat islam atas tuduhan diantaranya serangkaian kasus terorisme di indonesia, kasus konflik tempat ibadah, kasus penculikan aktivis2 muslim, yg notabenenya kelompok islam fundamental Radikal yang selama ini, memperjuangkan syariat islam agar menjadi hukum positif. 😉

Muannas pernah tercatat mendampingi ratusan kaum muslimin yg ditangkap dan diadili oleh hukum indonesia atas sangkaan terorisme berdasarkan jejak digital yg ditelusuri, Pernah Menjadi Pengacara Abu Bakar Baasyir, Jafar Umar Thalib bahkan Habib Rizieq Shihab dalam insiden Monas bentrokan dengan kelompok Ahmadiyah, Pernah pula Menjadi Kuasa Hukum Terduga Terorisme dalam kasus bom bali 1, bom bali 2, bom marriot, bom kuningan & kelompok2 terkait Noordin M Top dan Dr. Azhari antara lain :

http://m.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2011/05/23/50213/tpm-kasus-cibiru-tidak-ada-unsur-terorisme.html

http://m.hizbut-tahrir.or.id/2010/05/09/datangi-mabes-polri-tpm-rombongan-jat-gagal-bertemu-kadensus-88/

http://m.tribunnews.com/nasional/2012/10/06/tpm-sesalkan-pemindahan-baasyir-ke-nusakambangan

http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/11/07/21562/tpm-majelis-hakim-belum-merdeka-dalam-mengadili-kasus-terorisme/

https://m.arrahmah.com/read/2012/10/08/23787-pemindahan-ustadz-baasyir-dinilai-melanggar-ham-tpm-akan-datangi-kapolri.html

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/05/08/19155541/densus.88.tangkap.12.orang.di.jakarta

http://archive.kaskus.co.id/thread/4061074/0/tpm-nilai-penangkapan-teroris-di-pejaten-pengalihan-isu

http://kammiftundip.blogspot.com/2010/05/densus-88-diadukan-ke-komnas-ham.html?m=1

http://news.okezone.com/read/2010/05/08/337/330729/berikut-nama-teroris-yang-diamankan-densus-88

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4b9caaf6c2a2b/pengacara-terorisme-saling-tuding-melanggar-etika-advokat

Banyak orang dan kelompok tertentu saat ini dalam kasus ahok mendadak puber religi, merasa lebih islami, begitu sensitip thdp kesalahan org lain dibandingkan kesalahan sendiri yg pernah dibuatnya. Ironinya penyakit ini banyak menjakiti rekan2 pengacara yg terkesan mendadak islami, tuding saya gak islami cuma krn hari ini berseberangan pandangan dgn membela ahok.

Tapi mereka berdiam diri pura2 gak liat ketika ada org islam yg terjerat kasus hukum di indonesia krn gak bisa bayar, pdhal mereka jelas butuh bantuan hukum kita. Pertanyaamnya kemana mereka saat itu ?

Ironinya mrk yg berlagak islami adalah pengacara2 komersil dan pasang tarif kumpulkan pundi2 kekayaan, Miris !!

Sampai Prof. Yusril Ihza Mhd bilang orang indonesia itu aneh, mau menghukum ahok pake hukum islam, tapi giliran pemilu gak ada yg mau pilih partai islam. 😉😉

Gak perlu ditanggapi catatan saya ini, silahkan tanya dalam hati yg munafik itu sebetulnya saya atau mereka ? Bukalah mata kalian, lihat rekam jejak kita masing2 siapa sesunguhnya yg membela islam ? Seperti adagium 'Tegakkan keadilan walau langit akan runtuh' begitu pun pandangan saya dalam kasus ahok, sebagai Ketum Kotak Badja yg melaporkan Buniyani saya tahu persis kasus ini dari awal, Transkrip Palsu 'pecundang' ini telah berhasil menyesatkan oponi publik dan memelintir ucapan ahok dalam videonya sehingga ahok dianggap menghina Quran.

Bahwa Saya tidak sekedar membela ahok, saya saat ini sdg memperjuangkan kebenaran dan keadilan, Karena ahok jelas di dzoilmi secara berjamaah dalam kasus ini krn pada saatnya pengadilan akan membuktikan ucapan ahok disesatkan oleh buniyani, dosen dan jurnalis media top lukusan USA yg mencoba cuci tangan setelah tindakannya menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat khususnya Umat Islam. Dmn dia sdh ditetapkan polri sbg TERSANGKA. Ibarat org berantem ahok dipegangin & dikeroyok lawannya dr berbagai sisi, pokoknya ahok harus dinyatakan Salah. !!!Tinggal tergantung anda mau ambil peran yg mana dlm adegan yg sangat berhasil memprovokasi umat. ? 😂😂

Walaupun hanya sendiri saya tetap akan membela ahok, Membela ahok jg sesuai ajaran agama saya' 'janganlah kebencian kamu thdp suatu kaum membuat kamu berlaku tidak adil ( QS. Almaidah 8).

Terimakasih.

(Muanmas Alaidid)