Kamis, 13 April 2017

Anies Baswedan Tidak Cocok Jadi Gubernur DKI


Debat Final Putaran Kedua Pilkada DKI pada 12 April 2017.

OPINI.WIN. Bukan sekali dua kali Anies Baswedan selalu membuat pernyataan tentang "Keberpihakan".

Terakhir kali pernyatan tersebut kembali diucapkan pada acara Debat Final Putaran Kedua Pilkada DKI pada 12 April 2017.

Menurut Anies yang paling penting adalah masalah keberpihakan...

Ternyata salah satu keyword andalannya Anies Baswedan adalah "ini soal keberpihakan"

Saya akhirnya jadi berpikir, bagaimana mungkin Anies Baswedan bisa jadi Pemimpin yang amanah kalau salah satu statetment andalannya adalah "Ini soal keberpihakan"

Bagi Saya secara pribadi, Pemimpin yang amanah itu tidak boleh berpihak tapi harus bisa berlaku adil...

 

Demi keadilan, dia seharusnya tidak boleh berpihak...


Kalau rakyat salah ya tidak boleh dibiarin dan dibela mati - matian donk?...

Kalau pengusaha salah ya tidak boleh dibiarin dan dibela mati - matian donk?...

Kalau oknum birokrat salah ya tidak boleh dibiarin dan dibela mati - matian donk?...

Kalau orang dekatnya salah ya tidak boleh dibiarin dan dibela mati - matian donk?...

Mau rakyat kecil, pengusaha, oknum birokrat, maupun orang dekatnya, kalau mereka salah, ya harus ditindak sesuai dengan undang - undang yang berlaku di negeri ini.

Oleh karena itu, secara pribadi Saya berpendapat jika Anies Baswedan itu sebenarnya tidak cocok untuk menjadi Gubernur DKI...

Begitulah Opini Saya...

Image ; liputan6.com

Senin, 02 Januari 2017

Anies Telah Bermetamorfosis

Image by kompasiana.com

OPINI.WIN. Tidak sedikit orang yang dulunya mengagumi Pak Anies Baswedan (termasuk Saya), sekarang menjadi sangat kecewa berat karena perkataan, sikap dan tindakannya yang mulai kelihatan menjauh dari kepribadiannya yang dulu dikenal sangat santun dan berwawasan luas.

Banyak dari mereka yang bukan hanya kecewa tetapi sulit untuk move on dari "rasa" yang pernah ada terhadap Pak Anies yang terkenal santun dan terpelajar 😁😊...

Hari ini Saya hanya ingin mengingatkan kepada teman-teman yang sudah terjangkiti virus kecewa berat dan yang sulit untuk move on dari Pak Anies Baswedan untuk segera mengambil sikap agar tidak berlarut-larut menyimpan rasa kecewa, marah dan benci terhadapnya.

Mengapa Saya menyarankan untuk berhenti menyimpan rasa kecewa, marah dan benci?...

Jawabannya hanya satu, KARENA Pak Anies Baswedan sudah tidak mungkin (menurut pendapat pribadi) bisa kembali seperti yang dulu.

Dia kini sudah berubah!!...

Pak Anies yang sekarang bukanlah Pak Anies yang dulu...

Terimalah itu dengan hati yang lapang...

Pak Anies yang dulu aktivis, kini telah berubah menjadi Pak Anies yang politisi...

Pak Anies yang dulu santun, kini telah berubah menjadi Pak Anies yang suka menyerang...

Pak Anies yang dulu sering bikin adem hati, kini telah berubah menjadi Pak Anies yang sering bikin kesal hati...

Pak Anies yang dulu anti terhadap perobek ke’bhineka’an, kini telah membangun hubungan dengan yang dulu pernah diserangnya...

Pak Anies yang dulu akedemisi, kini telah menjadi Pak Anies yang oportunis...

Masihkah Kita mengharap Pak Anies kembali seperti yang dulu?...

Rasanya harapan itu akan seperti peribahasa yang mengatakan “Bagai pungguk merindukan bulan” (menginginkan sesuatu hal yang tidak mungkin dapat terwujud).

Saatnya kini Kita mengharapkan sesuatu yang pasti!!...

Tinggalkanlah yang sudah tidak bisa memberikan harapan dan kepastian...

Suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar, kini Pak Anies Baswedan sudah bermetamorfosis (KBBI - berubah kedudukan: tingkat, martabat)...

Dia telah berubah...

Dia tidak seperti dulu dan sudah tidak bisa Kita harapkan lagi.

Karakter, kepribadian, cara bicara dan cara pandangnya yang seperti sekarang ini, rasanya sangat sulit bisa diharapkan untuk menjadi pemimpin yang berkualitas...

Pak Anies bukanlah seorang yang konsisten terhadap apa yang diyakininya...

Beliau suka berubah dengan segala apa yang pernah dikatakan dan diputuskannya (malah kalau boleh jujur, habis rizieq syihab justru lebih konsisten dibandingkan beliau)...

Tulisan ini Saya buat sebagai ungkapan rasa kecewa atas keputusan Pak Anies Baswedan yang bersifat politis dengan mengabaikan nilai-nilai positif yang selama ini dia miliki...

Sekalipun Saya tidak yakin bahwa Pak Anies bisa kembali seperti dulu, tetapi Saya tetap berharap agar Pak Anies Baswedan bisa kembali kejalan yang dulu pernah dia hidupi...

Begitulah akhirnyaaa...

Senin, 26 Desember 2016

Om Telolet Om Versi Remix

OPINI.WIN. Fenonema ini Om Telolet Om sudah menjalar dan menjadi viral di tingkat dunia. Bukan hanya dikalangan artis dunia, tetapi juga telah menjadi perhatian dikalangan para DJ Hits dunia yang akhirnya membuat para DJ tersebut meramaikan fenomena Om Telolet Om dalam versi remix...

Berikut ini video Om Telolet Om dalam versi remix yang bisa Anda dengarkan...

Ummet Ozcan – Om Telolet Om (Original Song)



Firebeatz



Untuk lokal sendiri ada video remix dari Eka Gustiwana


Bagaimana, suka kan dengan versi remixnya? 😀😂

Sabtu, 17 Desember 2016

2 Kebijakan Pemerintahan Jokowi Terhadap Timnas Indonesia


OPINI.WIN. Pemerintahan Jokowi menjanjikan bonus sebesar 12 Milyar bagi timnas Indonesia yang akan berhadapan dengan Thailand dalam Final piala AFF leg kedua di Thailand jika memenangkan pertandingan tersebut.

Keputusan pemerintah yang lainnya adalah dengan memberangkatkan keluarga pemain tim nasional Indonesia menuju Bangkok untuk mendukung Tim Garuda menghadapi Thailand pada final kedua Piala AFF 2016, Sabtu (17/12/2016).

Apa yang menarik dari berita ini?...

Sepertinya tidak ada yang menarik kecuali keputusan pemerintah ini terbukti sangat peduli dengan olah raga sepak bola dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

2 hal yang diputuskan pemerintah ternyata bukan hanya sebagai wujud kepedulian terhadap olah raga sepak bola, tetapi juga sedang memberikan rasa nyaman dan motivasi yang tinggi agar mereka bisa bermain sangat maksimal, sehingga apa yang diinginkan rakyat Indonesia bisa terwujud, yaitu Indonesia menjadi juara.

Selamat bertanding Pasukan Garuda !!...

Kamis, 15 Desember 2016

#BoikotKaskus - Pendiri Kaskus Andrew Darwis Dukung Ahok


OPINI.WIN. Kamis (15/12/2016), Pendiri Kaskus Andrew Darwis datang ke Rumah Lembang untuk memberi dukungan kepada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Dalam kunjungannya, dia mengatakan bahwa dukungan yang diberikannya adalah atas nama pribadi.

"Saya datang ke sini enggak mewakili Kaskus ya, tapi mewakili pribadi saja karena saya lihat Jakarta ini sejak kepemimpinan Pak Ahok banyak perubahan,".

Andrew yakin Jakarta akan berkembang semakin maju dan rapi jika Ahok diberi kesempatan satu periode lagi.

"Terlihat kayak daerah Pluit sekarang jarang banjir. Kemudian, Kalijodo rapi, jadi tempat main skateboard, bisa buat kumpul-kumpul," ujar Andrew.

Bagi Andrew, Ahok juga merupakan sosok yang tegas dan pekerja keras. Di mata Andrew, Ahok adalah tipe orang yang lebih suka langsung bekerja. Dia mengatakan memerlukan orang seperti itu.

"Kita masih dalam tahap belajar jadi perlu guru yang galak," ujar Andrew.

Kira-kira setelah ini ada hashtag #BoikotKaskus gak ya?...

Biarlah waktu yang berbicara...

Rabu, 14 Desember 2016

Mantan Pengacara Kelompok Islam Fundamental Radikal ini Akhirnya Menjadi Pembela Ahok


OPINI.WIN. MUANNAS ALAIDID : "SAYA AKAN MEMBELA AHOK MATI-MATIAN WALAU SENDIRIAN."

Banyak yang tanya ke saya, kenapa saya begitu membela ahok mati2an dalam tuduhan penistaan agama ?, 😔

Karena kasus ini saya paham betul, mana yg menistakan dan mana yang tidak. Apa yg saya yakini sebagai kebenaran dan keadilan saat ini, insya Allah tidak akan pernah melunturkan iman islam saya. Lahaulawlaquwatta illahbillahil adzi hil addzim.

Beberapa orang di sosmed yg menhujat dan mencacu maki saya selama ini mereka mencari tahu siapa Muannas Alaidid merasa aneh koq ada orang islam yg bela ahok, Pikirnya hehehee 😀

Ternyata setelah mereka cari di google, justru Muannas Alaidid memiliki latar belakang diantaranya menghabiskan pendidikannya di Muhammadiyah sejak SMA sampai dengan Perguruan Tinggi, bahkan semasa kecil pernah belajar di sekolah madrasah islam YAKA & pernah tercatat sbg Pengurus TPM (TIm Pengacata Muslim) yaitu Tim Advokasi Muslim yg konsen dalam pembelaan umat islam atas tuduhan diantaranya serangkaian kasus terorisme di indonesia, kasus konflik tempat ibadah, kasus penculikan aktivis2 muslim, yg notabenenya kelompok islam fundamental Radikal yang selama ini, memperjuangkan syariat islam agar menjadi hukum positif. 😉

Muannas pernah tercatat mendampingi ratusan kaum muslimin yg ditangkap dan diadili oleh hukum indonesia atas sangkaan terorisme berdasarkan jejak digital yg ditelusuri, Pernah Menjadi Pengacara Abu Bakar Baasyir, Jafar Umar Thalib bahkan Habib Rizieq Shihab dalam insiden Monas bentrokan dengan kelompok Ahmadiyah, Pernah pula Menjadi Kuasa Hukum Terduga Terorisme dalam kasus bom bali 1, bom bali 2, bom marriot, bom kuningan & kelompok2 terkait Noordin M Top dan Dr. Azhari antara lain :

http://m.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2011/05/23/50213/tpm-kasus-cibiru-tidak-ada-unsur-terorisme.html

http://m.hizbut-tahrir.or.id/2010/05/09/datangi-mabes-polri-tpm-rombongan-jat-gagal-bertemu-kadensus-88/

http://m.tribunnews.com/nasional/2012/10/06/tpm-sesalkan-pemindahan-baasyir-ke-nusakambangan

http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/11/07/21562/tpm-majelis-hakim-belum-merdeka-dalam-mengadili-kasus-terorisme/

https://m.arrahmah.com/read/2012/10/08/23787-pemindahan-ustadz-baasyir-dinilai-melanggar-ham-tpm-akan-datangi-kapolri.html

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/05/08/19155541/densus.88.tangkap.12.orang.di.jakarta

http://archive.kaskus.co.id/thread/4061074/0/tpm-nilai-penangkapan-teroris-di-pejaten-pengalihan-isu

http://kammiftundip.blogspot.com/2010/05/densus-88-diadukan-ke-komnas-ham.html?m=1

http://news.okezone.com/read/2010/05/08/337/330729/berikut-nama-teroris-yang-diamankan-densus-88

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4b9caaf6c2a2b/pengacara-terorisme-saling-tuding-melanggar-etika-advokat

Banyak orang dan kelompok tertentu saat ini dalam kasus ahok mendadak puber religi, merasa lebih islami, begitu sensitip thdp kesalahan org lain dibandingkan kesalahan sendiri yg pernah dibuatnya. Ironinya penyakit ini banyak menjakiti rekan2 pengacara yg terkesan mendadak islami, tuding saya gak islami cuma krn hari ini berseberangan pandangan dgn membela ahok.

Tapi mereka berdiam diri pura2 gak liat ketika ada org islam yg terjerat kasus hukum di indonesia krn gak bisa bayar, pdhal mereka jelas butuh bantuan hukum kita. Pertanyaamnya kemana mereka saat itu ?

Ironinya mrk yg berlagak islami adalah pengacara2 komersil dan pasang tarif kumpulkan pundi2 kekayaan, Miris !!

Sampai Prof. Yusril Ihza Mhd bilang orang indonesia itu aneh, mau menghukum ahok pake hukum islam, tapi giliran pemilu gak ada yg mau pilih partai islam. 😉😉

Gak perlu ditanggapi catatan saya ini, silahkan tanya dalam hati yg munafik itu sebetulnya saya atau mereka ? Bukalah mata kalian, lihat rekam jejak kita masing2 siapa sesunguhnya yg membela islam ? Seperti adagium 'Tegakkan keadilan walau langit akan runtuh' begitu pun pandangan saya dalam kasus ahok, sebagai Ketum Kotak Badja yg melaporkan Buniyani saya tahu persis kasus ini dari awal, Transkrip Palsu 'pecundang' ini telah berhasil menyesatkan oponi publik dan memelintir ucapan ahok dalam videonya sehingga ahok dianggap menghina Quran.

Bahwa Saya tidak sekedar membela ahok, saya saat ini sdg memperjuangkan kebenaran dan keadilan, Karena ahok jelas di dzoilmi secara berjamaah dalam kasus ini krn pada saatnya pengadilan akan membuktikan ucapan ahok disesatkan oleh buniyani, dosen dan jurnalis media top lukusan USA yg mencoba cuci tangan setelah tindakannya menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat khususnya Umat Islam. Dmn dia sdh ditetapkan polri sbg TERSANGKA. Ibarat org berantem ahok dipegangin & dikeroyok lawannya dr berbagai sisi, pokoknya ahok harus dinyatakan Salah. !!!Tinggal tergantung anda mau ambil peran yg mana dlm adegan yg sangat berhasil memprovokasi umat. ? 😂😂

Walaupun hanya sendiri saya tetap akan membela ahok, Membela ahok jg sesuai ajaran agama saya' 'janganlah kebencian kamu thdp suatu kaum membuat kamu berlaku tidak adil ( QS. Almaidah 8).

Terimakasih.

(Muanmas Alaidid)

Selasa, 13 Desember 2016

Kakak Angkat Perempuan: Ahok Lebih Islami dari Saya


OPINI.WIN. Kakak angkat Basuki Tjahaja Purnama, Nana Riwayatie, sangat sedih dengan kasus yang saat ini menjerat adiknya. Usai sidang, Nana pun memeluk sang adik yang karib disapa Ahok dari belakang sambil menangis.

"Saya heran yang mempertemukan kami kan Tuhan, Allah SWT, kok dicerca-cerca. Ya, enggak mungkin," ujar Nana kepada Liputan6.com di Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Nana bercerita, dalam kehidupannya sehari-hari, Ahok bahkan lebih islami dari dirinya.

"Ahok sangat islami. Dia mungkin lebih islami, dia buka sandal di kuburan orangtua kami. Kan, tidak semua orang muslim begitu. Sementara dia yang bukan muslim melakukan itu," ucap Nana.

Nana menegaskan, Ahok adalah orang yang sangat menghargai keluarga.

"Dia disekolahin orangtua saya, masak dia mau kurang ajar. Itu bukan sifat keluarga dia. Mereka sangat santun," ucap Nana.

Nana yakin majelis hakim akan membebaskan Ahok dalam kasus ini. Sebab, fakta-fakta Ahok menghargai orangtuanya yang muslim dan mengetahui ajaran-ajaran Islam merupakan bukti kuat bahwa Ahok tak bermaksud menistakan agama.

"Dia dizalimi, itu dipelintir. Itu yang unggah Buni Yani. Tapi ya sudah enggak apa-apa. Kita hadapi dengan doa. Ini pelajaran buat semua," ujar Nana.

Nana pun berpendapat ada hikmah di balik kasus yang menjerat Ahok. Sejak kasus ini mencuat, umat muslim kembali membuka Alquran.

"Hebat Ahok, orang Nasrani yang bisa membuat orang muslim membuka Alquran lagi," pungkas Nana. (L6)



Sumber image: poskotanews.com

Kesaksian Seseorang Tentang Perlakuan Pak Ahok Terhadap Pembantunya


OPINI.WIN. Kesaksian Pak Toto Sugito di rumah lembang tentang bagaimana perlakuan Pak Ahok terhadap pembantunya yang Muslimah berjilbab ini sempat membuat dirinya tidak bisa menahan tangis.

Dalam kesaksiannya, Pak Toto mengatakan bahwa pada saat dia dipinjamin kamar pembantu (karena Pak Ahok pelihara anjing) dilantai atas untuk sholat maghrib, beliau sangat terkejut sekali dengan isi kamar tersebut.

Pak Toto menyebutkan bahwa di dalam kamar pembantunya tersebut, disediakan TV Flat ukuran 30", ada AC.

Oleh karena itu dalam kesaksiannya, Pak Toto sempat bertanya pada para pendukung Pak Ahok "apakah mungkin Pak Ahok itu menistakan Agama Islam?".

Bahkan Pak Toto sempat menawarkan diri kepada Pak Ahok untuk menjadi saksi dalam kasus peninstaan Agama yang menimpanya...

Berikut ini kesaksian lengkapnya...