Minggu, 30 Oktober 2016

Duterte Berpaling ke China, Pertaruhan Terbesar untuk Filipina

Duterte Berpaling ke China, Pertaruhan Terbesar untuk Filipina

OPINI.WIN. Sejak Filipina merdeka hingga masa pemerintahan Benigno Aquino yang belum lama berakhir, negeri itu selalu berkawan dekat dengan Amerika Serikat.

Namun, pemerintahan baru yang dikendalikan Presiden Rodrigo Duterte terlihat mulai mencoba berpaling dari sekutu lamanya itu.

Berbagai sinyal dilontarkan Duterte untuk mengakhiri keterkaitan Filipina dengan AS mulai dari menghina Presiden Barack Obama hingga menghentikan patroli bersama di Laut China Selatan.

Puncaknya, Duterte mengungkapkan rencananya mengunjungi China sebelum melanjutkan perjalanan dinasnya ke Jepang akhir bulan ini.

Apa alasan Duterte memalingkan pandangannya ke China? Kemungkinan besar Duterte mengincar investasi miliaran dolar dari China sekaligus rasa hormat dari negeri itu.

Presiden China Xi Jinping dipastikan bakal menerima kehadiran pemimpin kontroversial itu dengan hangat, terutama setelah Duterte mengancam akan mengakhiri aliansi panjang dengan AS.

Jika aliansi Filipina dan AS berakhir maka China akan mendapat keuntungan besar dalam upayanya mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang strategis itu.

Para analis meyakini, langkah Duterte mendekati China merupakan gaya pemerintahannya yang sangat pragmatis, menyusul berbagai komentar Duterte terkait melemahkan kekuatan ekonomi dan militer AS.

"Duterte adalah sosok yang mengutamakan hasil, dia penganut Machiavelli sejati," kata Profesor Clarita Carlos dari Universitas Filipina.

"Pria ini paham jika dia bisa mendapatkan pasar untuk pisang dan nanas Filipina serta menciptakan lapangan kerja maka dia akan datangi mereka, tak peduli China, Rusia atau Mali, asal menguntungkan," tambah Clarita.

Dalam kunjungannya, Duterte akan membawa delegasi berisi ratusan pengusaha, termasuk para taipan paling kaya di Filipina, dalam upaya untuk mengkapitalisasi hubungan dengan China yang mulai menghangat.

Selain itu, Duterte juga berusaha untuk menenangkan Beijing terkait sengketa dengan Filipina di Laut China Selatan.

Sumber: Kompas

Hanya ingin berbagi selagi punya kesempatan untuk berbagi.

Comments
0 Comments

Kami menolak komentar SPAM & SARA
EmoticonEmoticon