Senin, 31 Oktober 2016

Perhatikan Strategi Perang Jokowi Menghadapi Aktor di Balik Gerakan Kelompok Sumbu Pendek


OPINI.WIN. Beberapa waktu kedepan tepatnya 4 November 2016 diperkirakan akan terjadi demo besar-besaran terkait masalah Ahok.

Diamnya Presiden Jokowi beberapa waktu ini sempat membuat banyak pihak bertanya-tanya mengapa seolah-olah Presiden Joko Widodo diam dan tidak tertarik dalam menyikapi persoalan ini.

Bahkan ada banyak opini yang berkembang mengenai sikap diamnya Jokowi. Ada yang menganggap diamnya Jokowi adalah bagian dari sikap dia membela Ahok.

Tidak banyak orang yang paham maksud dan tujuan Presiden Kita (bahkan orang-orang yang ada disekitar istana pun kemungkinan besar tidak banyak yang tahu).

Opini.win lewat postingan kali ini akan berusaha untuk menganalisis apa yang membuat Jokowi diam.

Sebelumnya marilah Kita berusaha memahami bagaimana cara kerja beliau dalam menyikapi gejolak yang terjadi didalam pemerintahannya beberapa waktu ini.

Jokowi ini memang beda kualitas kepribadiannya. Ia tidak mudah terpancing emosinya. Diamnya dia bukan berarti dia tidak berbuat apa-apa. Diamnya beliau bukan berarti benar-benar diam.

Banyak kasus yang pernah terjadi yang direspon Jokowi dengan cara diam tetapi mengandung pukulan telak.

Kasus-kasus tersebut antara lain ketika ia menghadapi situasi KPK vs Polri jilid 2, saat ia menghadang keinginan PDIP untuk meloloskan BG menjadi Kapolri dan masalah Setya Novanto yang mencatut nama Presiden dalam kasus Freeport.

Begitu juga desas-desus mengenai rencana demo pada 4 November nanti. Kami percaya Jokowi juga akan mampu meredam otak dibalik demo ini dengan cara yang hampir sama (tanpa melakukan respon yang sangat reaktif).

Kita semua tahu bahwa beberapa waktu ini beliau sudah berkoordinasi dengan Menkopolhukam, TNI, Polri juga NU dan Muhammadiyah untuk memberi reaksi balik kepada “aktor demo” yang bermain di kasus ini pada 4 November 2016.

Bisa Kita lihat, setelah melakukan koordinasi dengan Menkopolhukam, NU langsung mengeluarkan larangan kepada warga nahdliyin untuk tidak ikut demo dan melarang penggunaan atribut2 NU untuk dipakai demo.

Bahkan tidak lama kemudian, organisasi keagamaan Muhammadiyah juga melakukan hal serupa.

Bukan hanya itu, Polri juga memberikan reaksi yang lebih tegas lagi untuk melakukan tembak di tempat bagi pelaku kerusuhan di demo pada 4 November 2016.

Selain itu, lewat berita di salah satu TV Swasta (31 Oktober 2016), hari ini Jokowi melakukan pertemuan dengan Prabowo untuk mendiskusikan hal-hal terkait isu nasional.

Apa maksud dari semua ini?...

Menurut Kami, saat ini Jokowi sedang melakukan strategi perang dengan mengambil pola perang yang sangat soft tapi cukup mematikan.

Dari hal ini Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Jokowi tidak ingin terpancing dengan permainan perang aktor dibalik aksi demo 4 November nanti dengan mengikuti pola perang mereka.

Dia tahu jika dia memberikan reaksi yang terang-terangan, maka upaya mereka untuk membentuk opini bahwa Jokowi mengintervensi kasus Ahok akan berhasil.

Apalagi Jokowi tahu bahwa sebenarnya upaya demo ini salah satunya adalah ingin menjadikan dia sebagai target.

Jadi dapat Kita simpulkan sekarang bahwa diamnya Jokowi itu karena pertimbangan strategi perang yang sangat luar biasa.

Ini opini Kami, bagaimana opini Anda?

Sumber gambar: Kompasiana.

Hanya ingin berbagi selagi punya kesempatan untuk berbagi.

Comments
0 Comments

Kami menolak komentar SPAM & SARA
EmoticonEmoticon