Jumat, 28 Oktober 2016

Pilkada DKI 2017 Saudara Kembar Pilpres 2014

OPINI.WIN. Mengapa Pilkada DKI 2017 lebih tepat disebut sebagai Saudara Kembar Pilpres 2014? Karena gejala-gejala yang ditunjukkan hampir menyerupai kondisi pada saat berlangsungnya gelaran maupun Kampanye Pilpres 2014.



Pilkada DKI 2017 Saudara Kembar Pilpres 2014



Coba perhatikan apa yang sekarang telah dan sedang terjadi?

Menjadi pusat perhatian bukan hanya warga Jakarta tapi seluruh rakyat Indonesia.

Persentase wanita (sekitar 47% menurut komentator acara Metro TV yang ditayangkan pada pukul 15.30 dalam acara Mencari Negarawan} didalam keterlibatannya di perkembangan Pilkada DKI 2017 selisih sedikit dibandingkan laki-laki.

Isu Agama dijadikan senjata sebagai alat untuk menghantam lawan politiknya.

Berita-berita yang berbau Provokasi dan Hoax sudah banyak beredar didunia maya.

Terjadi saling serang dengan kata-kata maupun kalimat-kalimat yang saling menyakiti antara pendukung yang satu dengan pendukung yang lain.

Mulai banyak bermunculan situs-situs anti mainstream untuk membangun opini kandidatnya dengan isi berita yang sangat memuakkan dan menjijikkan.

Lebih sering membicarakan celah hitam calon kandidat yang memiliki peluang yang sangat besar untuk menang di Pilkada DKI tanpa mau memberi ruang untuk menyampaikan gagasan, ide, maupun program-program yang lebih baik dari Petahana yang dapat memberikan solusi untuk Jakarta yang lebih baik.

Ada kandidat yang memanfaatkan kelemahan dan kesalahan lawan politiknya untuk digunakan sebagai alat untuk menyerang lawan politiknya, seperti kasus Ahok soal Surah Al-Maidah yang justru dimanfaatkan Anies Baswedan.

Anies pun rupanya segendang seirama dengan para penentang Ahok. Ia nampak “menunggangi” isu itu dengan menyayangkan pernyataan Ahok tanpa sedikit pun melihat konteks pernyataannya (referensi tentang pernyataan Anies dimuat di situs republika).

Sebuah sikap yang patut disayangkan karena pernyataan itu malah menambah panas suasana. Atau Anies memang miskin gagasan dalam menghadapi Ahok sehingga dia melihat momen ini sebagai momen yang sangat tepat untuk mengangkat popularitas dan elektabiltasnya?

Ada sebuah ungk¬apan, "Orang hebat membicarakan ide, orang bodoh membicarakan orang."
Saya melihat (untuk saat ini pada waktu tulisan ini dibuat) mereka tidak sedang membicarakan ide-ide untuk membangun Jakarta yang lebih baik dari sekarang.

Lewat editorial maupun opini ini, mari kita jaga gelaran Pilkada DKI 2017 menjadi gelaran yang jauh dari tindakan-tindakan yang tidak terpuji (Anarkis, Provokatif, dan SARA).

Sumber gambar: kompas.com dan bisnis.com 

Hanya ingin berbagi selagi punya kesempatan untuk berbagi.

Comments
0 Comments

Kami menolak komentar SPAM & SARA
EmoticonEmoticon