Selasa, 16 Mei 2017

Kemenangan Anies - Sandi, Kemenangan Prabowo atau Jusuf Kalla?


OPINI.WIN. Selama ini banyak masyarakat yang menilai bahwa kemenangan Anies – Sandi dalam gelaran Pilkada DKI 2017 lalu, merupakan kemenangan dari kelompok Prabowo (Gerindra) dan teman-teman koalisinya.

Tetapi pada hari ini (Selasa, 16 Mei 2017), lewat siaran yang sempat saya lihat di salah satu media televisi (Kompas TV), ada sesuatu yang cukup menarik dan yang saya rasa perlu untuk dibahas lewat tulisan saya kali ini.

Berita yang sempat saya lihat itu adalah tentang seorang mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang ternyata dipilih menjadi Ketua Tim Sinkronisasi Anies – Sandi.


Sepintas lalu, ini adalah hal yang biasa saja...

Tetapi kalau kita mau kembali mundur ke belakang, maka ada sesuatu hal yang cukup menarik terjadi di dalam peta politik kubu Anies – Sandi.

Beberapa waktu yang lalu sempat beredar foto yang memuat seorang pejabat negara, yaitu Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama dengan beberapa orang yang dianggap memiliki kedekatan dengannya sedang menyaksikan acara quick count (hitung cepat) hasil pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

Isu mulai beredar bahwa, JK turut bermain didalam gelaran politik yang sedang terjadi di Jakarta.

Apalagi pernyataan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengenai keterlibatan JK didalam merekomendasikan nama Anies Baswedan semakin meyakinkan publik bahwa memang tidak bisa diragukan lagi jika Jusuf Kalla memang benar-benar turut bermain di dalam Pilkada DKI 2017.

Sekalipun sebenarnya sebagai seorang pejabat negara, beliau tidak seharusnya ikut bermain ataupun membuat langkah-langkah politik, tetapi semuanya sudah terjadi dan tidak bisa ditarik lagi.

Kembali kemasalah penunjukkan Sudirman Said sebagai Ketua Tim Sinkronisasi Anies – Sandi.

Jelas sudah bahwa orang dekat JK kini ada yang di ring 1 DKI   

Semua orang tahu bahwa Sudirman Said dikenal sangat dekat dengan JK, bahkan bisa dibilang sebagai orang dekatnya.

Jadi dengan demikian pertanyaannya adalah, kemenangan Anies – Sandi ini merupakan kemenangannya siapa? Benarkah kemenangan Anies – Sandi adalah kemenangan Prabowo (Gerindra) dan teman-teman koalisinya?

Ataukah kemenangan Anies – Sandi ini tanpa disadari selama ini ternyata merupakan kemenangan Bapak Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla?

Jika kemenangan Anies –Sandi ini merupakan kemenangan Prabowo (Gerindra) dan teman-teman koalisinya, mengapa Ketua Tim Sinkronisasi tidak di pilih dari kubu mereka?...

Tapi sebaliknya, jika kemenangan Anies – Sandi ini adalah kemenangan Jusuf Kalla, mungkinkah Prabowo (Gerindra) dan teman-teman koalisinya akan mendapatkan bagian yang lebih sedikit?...

Rasa-rasanya hanya Tuhan Yang Maha Esa & Kak Emma saja yang tahu soal rahasia ini....

Just kidding bro / sis 😁   😁 

Sepertinya pertanyaan diatas hanya mereka yang tahu dan yang bisa menjelaskannya...

Tetapi dengan kejadian ini, terlihat sudah bahwa sebenarnya di dalam kubu Anies – Sandi ada 2 kelompok yang memiliki kepentingan yang berbeda.

Pertama adalah kelompoknya Prabowo (Gerindra) dan teman-teman koalisinya dan yang kedua adalah kelompok dari Jusuf Kalla.

Semoga saja didalam kepemimpinan Anies – Sandi pada Oktober 2017 nanti, tidak terjadi tarik menarik kepentingan dari 2 kelompok ini yang dapat mengganggu jalannya roda pemerintahan di DKI Jakarta.

Lalu apa jawaban dari judul artikel ini? Siapakah yang menjadi pemenang yang sesungguhnya dari kemenangan Anies – Sandi ini?

Menurut saya, pemenangnya adalah 2 kelompok yang saya sebutkan tadi. Hanya saja masing-masing kelompok itu tidak menang secara mutlak, karena kemenangan Anies – Sandi tentunya di bagi 2 oleh kelompok tersebut.

Masing-masing mendapatkan setidaknya 50% keuntungan dari kemenangan Anies – Sandi...

Jadi kesimpulannya, ternyata Pemerintahan Anies – Sandi sepertinya tidak hanya tersandera dan harus berhadapan dengan kepentingan dari kelompok Prabowo (Gerindra) dan teman-teman koalisinya saja, melainkan juga harus berhadapan dengan kepentingan dari kelompoknya Jusuf Kalla.

Akhirnya kita jadi makin tahu bahwa Anies – Sandi akan menjalani roda pemerintahan di DKI Jakarta ini dengan sangat cukup berat.

Dan semoga Jakarta tidak kembali kepada kondisi yang sangat buruk...


Salam Indonesia Raya


Hanya ingin berbagi selagi punya kesempatan untuk berbagi.

Comments
0 Comments

Kami menolak komentar SPAM & SARA
EmoticonEmoticon