Selasa, 15 Mei 2018

Banjir Era Nabi Nuh VS Banjir Era Gubernur Anies

OPINI.WIN. Beberapa waktu yang lalu banyak beredar di Sosial Media mengenai pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang mengatakan bahwa, Nabi Nuh saja tidak bisa mengatasi banjir, apalagi dia?

Menurut Saya, banjir di era Nabi Nuh itu tidak sama dengan banjir di era Gubernur Anies...

Dikitab suci saya...

Banjir air bah yang didatangkan Allah di era Nabi Nuh itu memang bertujuan untuk menghukum generasi di jaman itu karena tingkat kejahatan yang mereka lakukan sudah sangat luar biasa parahnya...



Tetapi setelah air bah itu surut, maka Allah berjanji kepada Nuh untuk tidak akan lagi menghukum manusia (sejahat apapun mereka) dengan air bah...

Janji itu sama Tuhan ditandai dengan diletakkannya busur di awan yang oleh banyak pihak ditafsirkan sebagai pelangi...



Jadi, kalau kita lihat pelangi dilangit, ingatlah bahwa itu adalah janji Allah kepada kita bahwa DIA tidak akan lagi menghukum umat manusia dengan banjir besar...

Sedangkan untuk banjir di era Gubernur Anies Baswedan, itu bukanlah banjir yang terjadi atas kehendak Allah. Banjir di DKI itu terjadi karena kurang seriusnya Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di Jakarta yang dapat menimbulkan banjir...

Jadi intinya...

Gubernur Anies itu tidak bisa menyamakan dirinya dengan Nabi Nuh dalam hal ketidakmampuannya mengatasi banjir.

Kalau Nabi Nuh tidak bisa mengatasi banjir karena memang kasus itu terjadi karena kehendak dan kedaulatan Allah.

Sedangkan Anies tidak bisa mengatasi atau mengurangi banjir karena memang dia tidak punya kemampuan untuk mengantisipasi datangnya banjir 😂😂😂

Ini opini Saya, bagaimana menurut pendapat Anda? 😀😀😀

Minggu, 13 Mei 2018

Teologia Agama dan Nilai Kemanusiaan


OPINI.WIN. Tidak semua peristiwa tragedi kemanusiaan harus dijawab menggunakan teologia agama...

Ada saat tertentu kita harus menanggapi dari sisi kemanusiaan...

CONTOH:

Di kitab suci saya waktu Tuhan saya diperhadapkan dengan seorang wanita yang kedapatan berzinah, DIA tidak memberikan solusi dengan menggunakan doktrin yahudi...

Karena kalau menggunakan doktrin yahudi, maka wanita tersebut harus dihukum...

Tapi Tuhan saya justru menggunakan "nilai kemanusiaan" dengan berkata bahwa barang siapa yang tidak pernah berbuat dosa, dia boleh menghukumnya.

Akhirnya mereka yang mau menghukum wanita tersebut meninggalkannya...

Sama dengan kejadian diatas...

Dalam kasus tragedi kemanusiaan yang berkaitan dengan tindakan teroris, kita tidak perlu menggunakan doktrin dengan berkata "ampunilah mereka karena mereka tidak tahu dengan apa yang mereka perbuat"...

Bagaimana kalau seandainya yang menjadi korban para teroris itu anak, istri, suami, saudara, atau orang tua kita?

Menurut Saya seharusnya kita menanggapinya dari sisi kemanusiaan...

Mengapa kita harus menanggapinya dengan menggunakan sisi kemanusiaan?
  • Supaya kita bisa menunjukkan posisi kita terhadap sesama kita yang sedang terkena musibah.
  • Agar semua orang tahu bahwa tidak semua persoalan yang berhubungan dengan orang lain harus dinilai dari sudut pandang doktrin agama tapi dengan menggunakan sisi kemanusiaan.
  • Agar kita terhindar dari penilaian negatif (seolah-olah kita tidak bisa merasakan penderitaan mereka) mengenai peristiwa tersebut.

Sebenarnya tulisan ini saya buat untuk berbagi kepada sesama seiman saya yang mungkin berpikir bahwa apapun yang terjadi didalam kehidupan ini harus dinilai dari sisi agama saja.

Semoga tulisan ini bisa membantu Kita dalam bersikap...

Jumat, 30 Maret 2018

Tuhan Yesus di Salib Untuk Kita


OPINI.WIN. Hari ini semua umat Kristiani sedang memperingati Hari Kematian Tuhan Yesus. Perayaan ini seringkali disebut dengan istilah Jumat Agung.

Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari dimana seluruh umat Kristen memperingati Hari Penyaliban Yesus Kristus dan wafat-Nya di Golgota. 

Hari kematian itu sendiri sebenarnya tidak dicatat secara jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuhnya pada hari Rabu, tetapi karena kebanyakan dari gereja Tuhan menempatkannya pada hari Jumat, maka perayaan tersebut akhirnya disepakati secara serentak pada hari Jumat.

Terkait dengan perayaan ini, Saya ingin sedikit berbagi renungan kepada saudara saudari Kristiani tentang alasan "Mengapa Yesus Harus Tersalib"...

Menurut Saya, penyaliban yang dialami oleh Tuhan Yesus adalah desain-Nya sendiri. Dia mati bukan karena para penyalib-Nya. Dia mati diatas kayu salib atas keinginan-Nya sendiri.

Oleh karena itu, sekalipun seandainya tidak ada 1 pun orang Yahudi yang pada saat itu mau menyalibkan-Nya, Saya percaya bahwa Tuhan Yesus akan tetap menghampiri kayu salib untuk menyalibkan diri-Nya sendiri...

Jadi sebenarnya Yesus tersalib bukan karena orang Yahudi, DIA tersalib karena kehendak-Nya sendiri...

Mereka yang menyalibkan-Nya hanyalah alat yang digunakan Tuhan untuk menggenapi rencana Allah Bapa...

Jadi intinya, Tuhan Yesus tersalib karena ketetapan yang sudah dibuat-Nya...

Sebenarnya DIA tidak perlu ribuan malaikat untuk membebaskan diri-Nya dari kayu salib, DIA sendiri bisa membebaskan diri-Nya dari salib itu sendiri...

Tetapi DIA tidak mau karena Tuhan Yesus tahu bahwa tidak ada jalan lain selain lewat salib agar penebusan terhadap manusia dari dosa tidak perlu dilakukan berulang kali...

Selamat Memperingati Hari Kematian Sang Mesias...


Salam Salib Kristus!!...

Senin, 26 Maret 2018

Fenomena Surga dan Neraka


OPINI.WIN. Kejadian ini sebenarnya sudah lama sekali, tapi karena hari-hari ini lagi hot soal kasus anak seorang hamba Tuhan yang terkenal dengan kisah hidupnya yang katanya sering naik turun ke surga, maka tidak ada salahnya kalau saya share cerita ini...

Di negeri ini sebenarnya ada beberapa hamba Tuhan yang (katanya) kalau berkhotbah selalu bercerita bahwa beliau pernah di bawa Tuhan naik ke surga dan di bawa ke neraka...

Yang dibawah ke surga, hamba Tuhan ini sudah berusia lanjut; sedangkan yang pernah di bawa ke neraka adalah seorang hamba Tuhan yang masih muda (menurut saya)...

Suatu ketika salah 1 murid saya bertanya: "Pak, saya mau tanya, bagaimana pendapat Bapak dengan fenomena surga dan neraka menurut Kitab Suci? Soalnya saya pernah mendengarkan cerita bahwa ada 2 hamba Tuhan yang pernah dibawa Tuhan ke surga dan ke neraka. Apakah memang sekarang orang yang sudah meninggal langsung berada surga atau neraka?...".

Akhirnya saya jelaskan di kelas bahwa surga dan neraka itu memang ada, tapi bukan sekarang untuk ditempati oleh manusia, melainkan nanti ketika waktunya tiba. Saat ini surga dan neraka belum tersedia buat manusia.

Lalu salah 1 murid saya ada yang nyeletuk, "kalo sekarang surga dan neraka belum tersedia buat manusia, lalu dimana mereka yang saat ini sudah meninggal berada?...".

Saya jawab ke mereka, orang-orang yang saat ini sudah meninggal ada di suatu tempat yang dinamakan Hades dan Firdaus...

Hades adalah tempat penantian buat orang-orang yang sudah ditetapkan untuk masuk neraka...

Sedangkan Firdaus adalah tempat penantian sementara buat orang-orang yang sudah ditetapkan masuk surga...

Trus ada yang tanya, "lalu bagaimana dengan beberapa Pendeta yang bilang bahwa mereka sudah pernah di bawa Tuhan ke surga maupun neraka?... "...

Saya jawab saja begini: mungkin mereka sudah lelah...😊😊😊

Setelah saya jelaskan seperti ini, akhirnya terjadilah perdebatan yang cukup menyenangkan diantara saya dan beberapa orang murid 😊😊😊

Ada yang bisa menerima tapi ada juga yang masih belum bisa menerima...

Dan dipenghujung jam mengajar, saya katakan kepada yang belum bisa menerima, seperti ini: Jika kamu masih tetap yakin dengan pendapatmu, peganglah keyakinan itu, karena menurut Bapak, doktrin tidak akan mempengaruhi keselamatan kita 😊😊😊

Ayat Referensi: Lukas 16:22-26; Lukas 23:43; Mat 13:49-50.

Jumat, 26 Januari 2018

Bingung : Menanggapi Kasus Viral Pelecehan Seksual di RS. National Hospital Surabaya



OPINI.WIN. Melihat dan mendengar kejadian pelecehan seksual yang terjadi di RS. National Hospital Surabaya yang telah menjadi viral, membuat saya secara pribadi sulit untuk bersikap dan beropini...

Di satu sisi kalau itu istri saya, pasti saya tidak akan terima, kalau perlu apapun akan saya lakukan untuk melampiaskan kemarahan saya...

Tapi di sisi lain...

Saya berusaha untuk memposisikan diri sebagai pelaku...

Seandainya kita yang jadi pelakunya, mungkin akan terjadi goncangan hati yang sangat luar biasa besarnya...

Pertama, sudah di pecat dengan tidak hormat...

Kedua, mendapatkan sangsi sosial lewat media-media online dan televisi, sehingga banyak orang yang melihat wajah kita lalu mencerca dan menghujat kita...

Ketiga, sangsi badan berupa penjara yang sedang menanti...

Keempat, keluarga dirumah baik istri, anak, saudara, maupun orang tua pasti akan sangat kecewa dengan perilaku kita...

Saya bisa membayangkan dan merasakan betapa malu, putus asa, dan kacaunya pikirannya menghadapi resiko yang sedang dan sudah terjadi...

Kalau itu terjadi pada diri sendiri, pasti rasanya ingin sekali Saya segera mengakhiri hidup ini karena tidak kuat menanggung resiko sebesar itu 😒😒😒

Oleh karena itu, kalau ditanya pendapat tentang kejadian tersebut, saya sendiri bingung untuk menjawabnya... 😕😕😕

Tulisan ini bukan untuk membela Pelaku, tapi sebagai bentuk refleksi Saya didalam menyikapi suatu kasus yang sedang viral di media sosial...

Semoga setiap orang dapat menjaga hati untuk tidak berbuat dosa...

video: kompas.com

Kamis, 18 Januari 2018

Golkar Menang Banyak


OPINI.WIN. Semua orang tahu bahwa Partai Golkar adalah salah satu Partai yang diawal tidak kerja untuk memenangkan dan mendukung Pak Jokowi, tapi yg kini ikut menikmati hasilnya...

Kini Golkar yang justru terlihat cukup banyak menikmati hasil dari kepemimpinan Pak De...

Memang tidak bisa disangkal kalau Golkar itu Partai yang sangat pandai dan piawai dalam bermain untuk masalah yang berkaitan dengan lingkaran kekuasaan...

Dulu kata-kata yang keluar dari para kadernya banyak yang sangat tajam dan nyelekit dalam menilai dan mengkomentari kepemimpinan Pak Jokowi...

Tapi kini...

Setelah beberapa Petinggi Partainya dapat posisi sebagai Menteri, tiba-tiba saja banyak kader-kadernya yang bahasa komunikasinya tentang Pak Jokowi menjadi sangat manis kayak cuka digulain 😂😂😂

Golkar emang bisaan aja nih 😅😅😅

Sudah dapat kursi sebagai Ketua DPR, dapat kursi untuk beberapa Menteri juga lagi 😊😊😊

Bagaimana dengan pendapat Anda? 😊😊😊

Image: tempo.co

Rabu, 10 Januari 2018

Cinta Akan Uang


OPINI.WIN. Setuju atau tidak setuju, percaya atau tidak percaya, salah satu hal yang membuat orang menghargai sesamanya selain karakter adalah kekayaannya...

Berapa banyak orang kaya yang dihargai karena kekayaannya sekalipun karakternya amburadul? Jawabannya adalah "banyak sekali"...😂😂😂

Itulah salah satu sifat buruk yang dimiliki banyak manusia...

Seringkali kekayaan menjadi tolak ukur seseorang dalam menghargai sesamanya...

Uang itu memiliki derajat setingkat dibawah Allah dalam mengendalikan manusia...

Walaupun tidak sepenuhnya tepat dan benar, tapi uang "hampir" bisa melakukan apa yang bisa dilakukan Tuhan...

Uang dapat membeli dan mengubah sifat seseorang...

Uang dapat memerintah seseorang...

Uang dapat mencipta seseorang...

Uang dapat mengubah suasana hati seseorang...

Uang dapat membuat seseorang mau mengikuti apa saja yang dia inginkan...

Bahkan uang juga dapat membuat manusia men'tuhan'kan nya...

"Uang memang tidak jahat, cinta akan uanglah yang membuat seseorang menjadi tidak baik...".

Ingatlah, uang memiliki kemampuan menggoda manusia untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah...

Karena uanglah seseorang akhirnya mengejarnya dengan berbagai macam cara hanya untuk bisa memperoleh kebahagiaan, popularitas, dan untuk bisa mengontrol sesamanya...

Hanya orang lemah yang tidak kuat dalam menyikapi godaan uang...

Hati-hati dengan uang, kasihkan ke Saya aja biar aman....😂😂😂

Salam Kaya Raya 😁😁😁

Pro Kontra LGBT: Antara Agama & Kemanusiaan


OPINI.WIN. Menanggapi isu LGBT, menurut Saya begini sajalah baiknya...

Hendaknya setiap orang menjalankan apa yang diyakini sesuai dengan foldernya (maksudnya sesuai wilayahnya) masing-masing...😂😂😂

Karena jika masing-masing orang maupun kelompok ingin menjadikan pendapatnya sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka yang akan terjadi adalah saling menyakiti dan melukai...

Ikuti sajalah apa yang sudah diputuskan negara jika memang keputusannya tidak sesuai dengan harapan kita...

Kalo masih tidak puas dengan keputusan tersebut, tetaplah berjuang tapi janganlah saling menyakiti dan melukai...

Saya bukan dan tidak mendukung LGBT, tapi saya juga tidak ingin melukai sesama saya yang ada diposisi sebagai LGBT...

Jadi intinya, jalani saja hidup ini sesuai dengan apa yang kalian yakini tanpa harus saling menyerang dan memaksakan kehendak...

Jika usahamu untuk mewujudkan apa yang diyakini tidak sesuai dengan harapan, maka serahkan semuanya kembali kepada Allah saja...

Mari hidup damai dan saling menghargai didalam perbedaan 😂😂😂

Image: Google