Senin, 25 Juni 2018

Antara Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi


OPINI.WIN. Sebentar lagi Pilkada serentak akan dimulai. Salah satu daerah yang menarik untuk dibahas adalah Pilkada Jabar.

Kebetulan di Pilkada Jabar nanti ada 2 calon yang cukup bagus untuk dipilih, yaitu Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi. 

Pertanyaannya adalah, siapakah diantara mereka yang harus dipilih untuk memimpin Provinsi Jawa Barat?

Menurut saya mereka berdua itu sama-sama bagusnya sih...

Justru karena mereka berdua sama-sama bagusnya, makanya saya sempat berharap lewat tulisan saya di blog pribadi ini pada Mei 2017 yang berjudul Dua Aset Bangsa Untuk Jabar agar mereka bisa maju bersama dalam 1 paket 😅😅😅😅

Sayangnya, harapan Saya hanya tinggal harapan saja 😅😅😅

Oke Kita kembali ketopik...

Walaupun sebenarnya mereka berdua sama-sama bagus, layak, dan punya peluang yang sama besarnya, tetapi karena ada beberapa teman dunia maya yang masuk dalam kategori kelompok "dobel minoritas" bertanya soal mana yang sebaiknya harus dipilih diantara 2 kandidat yang sama-sama baik itu, maka mau tidak mau Saya harus memberikan pandangan pribadi dari sisi mereka 😊😊

Lagian tidak mungkinkan mereka Saya sarankan untuk nyoblos ke dua nya? 😂😂😂

Sudut pandang Saya inilah yang mau tidak mau akhirnya Saya tuliskan ditempat ini 😊😊😊

Jadi menurut Saya...

Didalam Pilkada nanti, tidak cukup memilih Pemimpin yang hanya dipengaruhi berdasarkan 1 faktor saja...

Ada banyak faktor yang juga harus dijadikan rujukan dalam memilih...

Tidak cukup hanya memilih pemimpin yang cuma mampu membuat daerahnya menjadi maju saja...

Tetapi Kita juga harus melihat apakah pemimpin yang akan kita pilih nanti sanggup memberikan perlindungan rasa aman terhadap hak-hak semua warganya atau tidak, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan masalah toleransi...

Oleh karena itu, untuk pemilih yang masuk dalam kategori kelompok minoritas, maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih Pemimpin selain dia harus seorang yang visioner:

1// Berani Melawan Intoleransi

Tanyakan pada diri Anda, apakah calon yang akan dipilih selama ini berani melawan gerakan intoleran didaerah yang pernah dipimpinnya atau tidak?

2// Pejuang Pluralisme

Perhatikan bagaimana perjuangan mereka selama ini terhadap kehidupan warganya yang sangat plural? Apakah mereka terkesan memihak kelompok tertentu atau merangkul semua golongan? 

Apakah calon yang akan dipilih, selama ini punya minat yang besar dalam sisi nilai-nilai sosial budaya didalam kehidupan masyarakat indonesia atau tidak?

3// Peduli Minoritas

Perhatikan, apakah selama ini calon yang akan dipilih punya tingkat kepedulian yang tinggi terhadap warganya yang minoritas atau tidak? Apakah beliau terkesan mengabaikan hak-hak warganya yang minoritas atau tidak?

Kalau calon yang akan kita pilih punya 3 hal yang Saya sebutkan diatas, maka pilihlah dia tanpa ragu lagi 😉

Nah itulah pandangan Saya dari sudut pandang pemilih minoritas... 😉

Bagaimana sekarang, sudah tahukan siapa yang harus dipilih? 😀😀😀


Salam Pilkada

Sabtu, 26 Mei 2018

Air Susu di Balas Air Jamban


OPINI.WIN. Kalau saya dengar berita tentang upaya pemimpin jakarta yang akan menyediakan air minum buat warganya dengan menggunakan air tinja....

Saya koq jadi ingat dengan peribahasa yang mengatakan "air susu dibalas air tuba".

Sepertinya peribahasa itu sangat cocok untuk saya lekatkan dengan kepemimpinan di Jakarta...

Bagaimana tidak bisa disamakan dengan peribahasa tersebut, kalau JKT58 yang sudah kasih suara ke mereka berdua supaya bisa mengalahkan Ahok di Pilkada Jakarta, ekh setelah menang malah balas jasanya dengan menyediakann air minum yang berasal dari air jamban yang dihasilkan dari olahan teknologi tinggi 😂😂😂

Saya juga jadi ingat kalau dulu Ahok yang bahasanya di bilang kasar dan kotor sampai-sampai disebut dengan sebutan si mulut jamban dibenci sampai segitunya sama JKT58...

Tapi sekarang? Rasain sendiri deh...

Malah mereka diam saja dengan ide air minum yang berasal dari olahan air tinja yang dibuat junjungannya 😂😂😂

Kalau Saya disuruh milih pemimpin, mending Saya pilih pemimpin yang kata-katanya keras (kalau menurut warga JKT58 sih kata-katanya Ahok itu bukan keras tapi kasar dan kayak kotoran) tapi kasih isi perut ke warga nya sangat manusiawi dibandingkan pilih pemimpin yang mulutnya manis tapi kasih perut warganya pakai air minum dari hasil olahan air tinja 😊😊😊

Ya sudah mau bilang bagaimana lagi kalau sudah kayak begini, dinikmati sajalah...

Met mimik air jamban rasa air putih ya JKT28? 😂😂😂

Salam Jamban 😆😆😆

Revisi UU Anti Terorisme VS Komnas HAM


OPINI.WIN. Setelah Revisi UU Anti Terorisme di sah kan, ada baiknya aparat ini mulai melirik oknum-oknum yang ada di Komnas HAM...

Mengapa harus dilirik?

Karena saya merasa, tidak semua hal yang disampaikan Komnas HAM yang mengatas namakan Hak Asasi Manusia itu mengandung unsur kemanusiaan...

Ada hal-hal yang menurut Saya terkesan berbau kepentingan terhadap golongan garis keras (kelompok radikalisme dan terorisme).

Jadi menurut saya kalau suatu saat suara Komnas HAM terhadap tragedi kemanusiaan yang diakibatkan oleh tindakan para teroris berbau dukungan maupun pembelaan terhadap teroris, mending ditelusuri saja jejak oknumnya...

Kan Polisi sudah punya UU Anti Terorisme?...

Kali saja didalam Komnas HAM ada pendukung garis kerasnya?...

Seperti link berita pada 2017 dibawah ini dimana 1 tahun yang lalu ada indikasi (dugaan) bahwa 9 orang calon Komisioner HAM memiliki kedekatan dengan kelompok garis keras:

http://politik.rmol.co/read/2017/07/03/297653/Ini-Respon-DPR-Soal-Dugaan-Calon-Komisioner-Komnas-Ham-Terlibat-Ormas-Radikal-

Jadi bisa aaja kalau Komnas HAM masuk angin? 😀😀😀

Masa ormas terlarang saja yang bisa ditindak?...

Oknum Komnas HAM bisa ditindak juga kali kalau ketahuan memiliki kedekatan secara ideologi terhadap kelompok garis keras? 😊😊😊

Saya tulis artikel ini karena tidak tahu kenapa tiba-tiba merasa tidak suka sama peran Komnas HAM & oknum2nya 😅😅😅

Sumber:
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/23/komnas-ham-tolak-hukuman-mati-bagi-teroris

https://m.liputan6.com/news/read/3536490/anggota-dpr-ini-minta-komnas-ham-pikirkan-korban-aksi-teror

Salam Anti Teror

Agama dan Iman


OPINI.WIN. Banyak dari kita gagal fokus dalam mengikut Tuhan. Buat beberapa ekor manusia, upss sorry salah 😊😊😊

Buat beberapa orang, ngurusin masalah agama itu lebih penting dibandingkan ngurusin masalah keimanan...

Bahkan banyak orang yang tidak segan-segan melakukan tindakan-tindakan konyol atas dasar "membela agama"...

Padahal kalau kita mau membaca ( dan merenungkan) kitab suci dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mendapati kenyataan bahwa di hadapan Allah nanti yang paling menentukan tempat dan pahala kita adalah iman kita...


Jadi jangan heran kalau sekarang ini kita banyak menemukan orang-orang yang ber'Tuhan lebih memfokuskan hidupnya pada urusan-urusan keagamaan dari pada keimanannya dalam ber'Tuhan...

Dan jangan heran juga kalau nanti di hadapan Allah pada masa penghakiman, ada banyak orang-orang beragama yang ditolak Tuhan untuk masuk kedalam surga-Nya yang sangat mulia dan megah 😊😊😊

Iman itu bukan cuma percaya pada Allah, Iman itu juga melakukan kehendak Allah...

Melakukan kehendak Allah itu bukan hanya melakukan hal-hal rohani dan yang berbau keagamaan, tapi juga mencontoh apa yang Tuhan lakukan pada semua umat manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan...

Lewat tulisan ini, Saya hanya mau mengingatkan Kita semua supaya tidak terjebak dengan hidup beragama.

Jangan jadi manusia agamawi tapi jadilah manusia rohani...

Salam Kasih Karunia

Minggu, 13 Mei 2018

Teologia Agama dan Nilai Kemanusiaan


OPINI.WIN. Tidak semua peristiwa tragedi kemanusiaan harus dijawab menggunakan teologia agama...

Ada saat tertentu kita harus menanggapi dari sisi kemanusiaan...

CONTOH:

Di kitab suci saya waktu Tuhan saya diperhadapkan dengan seorang wanita yang kedapatan berzinah, DIA tidak memberikan solusi dengan menggunakan doktrin yahudi...

Karena kalau menggunakan doktrin yahudi, maka wanita tersebut harus dihukum...

Tapi Tuhan saya justru menggunakan "nilai kemanusiaan" dengan berkata bahwa barang siapa yang tidak pernah berbuat dosa, dia boleh menghukumnya.

Akhirnya mereka yang mau menghukum wanita tersebut meninggalkannya...

Sama dengan kejadian diatas...

Dalam kasus tragedi kemanusiaan yang berkaitan dengan tindakan teroris, kita tidak perlu menggunakan doktrin dengan berkata "ampunilah mereka karena mereka tidak tahu dengan apa yang mereka perbuat"...

Bagaimana kalau seandainya yang menjadi korban para teroris itu anak, istri, suami, saudara, atau orang tua kita?

Menurut Saya seharusnya kita menanggapinya dari sisi kemanusiaan...

Mengapa kita harus menanggapinya dengan menggunakan sisi kemanusiaan?
  • Supaya kita bisa menunjukkan posisi kita terhadap sesama kita yang sedang terkena musibah.
  • Agar semua orang tahu bahwa tidak semua persoalan yang berhubungan dengan orang lain harus dinilai dari sudut pandang doktrin agama tapi dengan menggunakan sisi kemanusiaan.
  • Agar kita terhindar dari penilaian negatif (seolah-olah kita tidak bisa merasakan penderitaan mereka) mengenai peristiwa tersebut.

Sebenarnya tulisan ini saya buat untuk berbagi kepada sesama seiman saya yang mungkin berpikir bahwa apapun yang terjadi didalam kehidupan ini harus dinilai dari sisi agama saja.

Semoga tulisan ini bisa membantu Kita dalam bersikap...

Jumat, 30 Maret 2018

Tuhan Yesus di Salib Untuk Kita


OPINI.WIN. Hari ini semua umat Kristiani sedang memperingati Hari Kematian Tuhan Yesus. Perayaan ini seringkali disebut dengan istilah Jumat Agung.

Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari dimana seluruh umat Kristen memperingati Hari Penyaliban Yesus Kristus dan wafat-Nya di Golgota. 

Hari kematian itu sendiri sebenarnya tidak dicatat secara jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuhnya pada hari Rabu, tetapi karena kebanyakan dari gereja Tuhan menempatkannya pada hari Jumat, maka perayaan tersebut akhirnya disepakati secara serentak pada hari Jumat.

Terkait dengan perayaan ini, Saya ingin sedikit berbagi renungan kepada saudara saudari Kristiani tentang alasan "Mengapa Yesus Harus Tersalib"...

Menurut Saya, penyaliban yang dialami oleh Tuhan Yesus adalah desain-Nya sendiri. Dia mati bukan karena para penyalib-Nya. Dia mati diatas kayu salib atas keinginan-Nya sendiri.

Oleh karena itu, sekalipun seandainya tidak ada 1 pun orang Yahudi yang pada saat itu mau menyalibkan-Nya, Saya percaya bahwa Tuhan Yesus akan tetap menghampiri kayu salib untuk menyalibkan diri-Nya sendiri...

Jadi sebenarnya Yesus tersalib bukan karena orang Yahudi, DIA tersalib karena kehendak-Nya sendiri...

Mereka yang menyalibkan-Nya hanyalah alat yang digunakan Tuhan untuk menggenapi rencana Allah Bapa...

Jadi intinya, Tuhan Yesus tersalib karena ketetapan yang sudah dibuat-Nya...

Sebenarnya DIA tidak perlu ribuan malaikat untuk membebaskan diri-Nya dari kayu salib, DIA sendiri bisa membebaskan diri-Nya dari salib itu sendiri...

Tetapi DIA tidak mau karena Tuhan Yesus tahu bahwa tidak ada jalan lain selain lewat salib agar penebusan terhadap manusia dari dosa tidak perlu dilakukan berulang kali...

Selamat Memperingati Hari Kematian Sang Mesias...


Salam Salib Kristus!!...

Senin, 26 Maret 2018

Fenomena Surga dan Neraka


OPINI.WIN. Kejadian ini sebenarnya sudah lama sekali, tapi karena hari-hari ini lagi hot soal kasus anak seorang hamba Tuhan yang terkenal dengan kisah hidupnya yang katanya sering naik turun ke surga, maka tidak ada salahnya kalau saya share cerita ini...

Di negeri ini sebenarnya ada beberapa hamba Tuhan yang (katanya) kalau berkhotbah selalu bercerita bahwa beliau pernah di bawa Tuhan naik ke surga dan di bawa ke neraka...

Yang dibawah ke surga, hamba Tuhan ini sudah berusia lanjut; sedangkan yang pernah di bawa ke neraka adalah seorang hamba Tuhan yang masih muda (menurut saya)...

Suatu ketika salah 1 murid saya bertanya: "Pak, saya mau tanya, bagaimana pendapat Bapak dengan fenomena surga dan neraka menurut Kitab Suci? Soalnya saya pernah mendengarkan cerita bahwa ada 2 hamba Tuhan yang pernah dibawa Tuhan ke surga dan ke neraka. Apakah memang sekarang orang yang sudah meninggal langsung berada surga atau neraka?...".

Akhirnya saya jelaskan di kelas bahwa surga dan neraka itu memang ada, tapi bukan sekarang untuk ditempati oleh manusia, melainkan nanti ketika waktunya tiba. Saat ini surga dan neraka belum tersedia buat manusia.

Lalu salah 1 murid saya ada yang nyeletuk, "kalo sekarang surga dan neraka belum tersedia buat manusia, lalu dimana mereka yang saat ini sudah meninggal berada?...".

Saya jawab ke mereka, orang-orang yang saat ini sudah meninggal ada di suatu tempat yang dinamakan Hades dan Firdaus...

Hades adalah tempat penantian buat orang-orang yang sudah ditetapkan untuk masuk neraka...

Sedangkan Firdaus adalah tempat penantian sementara buat orang-orang yang sudah ditetapkan masuk surga...

Trus ada yang tanya, "lalu bagaimana dengan beberapa Pendeta yang bilang bahwa mereka sudah pernah di bawa Tuhan ke surga maupun neraka?... "...

Saya jawab saja begini: mungkin mereka sudah lelah...😊😊😊

Setelah saya jelaskan seperti ini, akhirnya terjadilah perdebatan yang cukup menyenangkan diantara saya dan beberapa orang murid 😊😊😊

Ada yang bisa menerima tapi ada juga yang masih belum bisa menerima...

Dan dipenghujung jam mengajar, saya katakan kepada yang belum bisa menerima, seperti ini: Jika kamu masih tetap yakin dengan pendapatmu, peganglah keyakinan itu, karena menurut Bapak, doktrin tidak akan mempengaruhi keselamatan kita 😊😊😊

Ayat Referensi: Lukas 16:22-26; Lukas 23:43; Mat 13:49-50.

Jumat, 26 Januari 2018

Bingung : Menanggapi Kasus Viral Pelecehan Seksual di RS. National Hospital Surabaya



OPINI.WIN. Melihat dan mendengar kejadian pelecehan seksual yang terjadi di RS. National Hospital Surabaya yang telah menjadi viral, membuat saya secara pribadi sulit untuk bersikap dan beropini...

Di satu sisi kalau itu istri saya, pasti saya tidak akan terima, kalau perlu apapun akan saya lakukan untuk melampiaskan kemarahan saya...

Tapi di sisi lain...

Saya berusaha untuk memposisikan diri sebagai pelaku...

Seandainya kita yang jadi pelakunya, mungkin akan terjadi goncangan hati yang sangat luar biasa besarnya...

Pertama, sudah di pecat dengan tidak hormat...

Kedua, mendapatkan sangsi sosial lewat media-media online dan televisi, sehingga banyak orang yang melihat wajah kita lalu mencerca dan menghujat kita...

Ketiga, sangsi badan berupa penjara yang sedang menanti...

Keempat, keluarga dirumah baik istri, anak, saudara, maupun orang tua pasti akan sangat kecewa dengan perilaku kita...

Saya bisa membayangkan dan merasakan betapa malu, putus asa, dan kacaunya pikirannya menghadapi resiko yang sedang dan sudah terjadi...

Kalau itu terjadi pada diri sendiri, pasti rasanya ingin sekali Saya segera mengakhiri hidup ini karena tidak kuat menanggung resiko sebesar itu 😒😒😒

Oleh karena itu, kalau ditanya pendapat tentang kejadian tersebut, saya sendiri bingung untuk menjawabnya... 😕😕😕

Tulisan ini bukan untuk membela Pelaku, tapi sebagai bentuk refleksi Saya didalam menyikapi suatu kasus yang sedang viral di media sosial...

Semoga setiap orang dapat menjaga hati untuk tidak berbuat dosa...

video: kompas.com