Selasa, 10 Oktober 2017

Menjadi Manusia Beragama atau Manusia Rohani?...


OPINI.WIN. Menjadi manusia beragama itu tidak sama dengan menjadi manusia rohani. Ini adalah 2 hal yang sangat berbeda.

Kita seringkali salah dalam melakukan pencapaian agar bisa menjadi manusia rohani...

Seringkali kita berpikir bahwa ketika kita melakukan aturan - aturan keagamaan, maka kita sudah menjadi manusia rohani, sehingga dengan pongahnya seringkali kita melihat orang lain dengan sebelah mata hanya karena orang tersebut kalah jauh dibandingkan kita dalam menjalankan aturan - aturan maupun ritual - ritual keagamaan.

Kerohanian seseorang itu tidak bisa dilihat dari atribut - atribut keagamaan yang digunakan serta dari pernyataan - pernyataan orang lain bahwa dia itu rohani.

Kerohanian seseorang hanya bisa dilihat dari bagaimana kesehariannya bersama Tuhan.

Kebaikan seseorang juga tidak bisa dijadikan alat ukur bahwa dia itu sangat rohani.

Justru banyak sekali orang yang tidak beragama memiliki perilaku yang lebih baik dibandingkan orang2 yang beragama, apakah berarti dia itu sangat rohani?...

Membangun manusia rohani itu bukan dengan cara menyematkan atribut - atribut keagamaan didalam dirinya, berbuat baik sebanyak - banyaknya, maupun datang ketempat ibadah sesering mungkin agar dianggap sangat rohani.

Biarlah yang bertelinga mendengar...

Image : elizabethhagan.com

Hanya ingin berbagi selagi punya kesempatan untuk berbagi.

Kami menolak komentar SPAM & SARA
EmoticonEmoticon