Selasa, 09 Januari 2018

Benarkah Orang Kristen Tidak Boleh Bercerai?


OPINI.WIN. Jujur saja, kali ini Saya sangat tertarik sekali untuk membahas masalah tentang Perceraian dalam kehidupan kristiani.

Ketika berita tentang gugatan cerai yang dilayangkan Pak Ahok ke Istrinya beredar, banyak sekali tanggapan dari kalangan orang Kristen yang khususnya berada didalam barisan pendukung Pak Ahok.

Dari mulai keinginan untuk supaya Pak Ahok membatalkan gugatan perceraiannya, sampai masalah pernyataan-pernyataan yang menggunakan ayat Firman Tuhan tentang larangan bagi orang percaya untuk bercerai.

Pertanyaannya adalah, apakah memang benar bahwa ketika orang Kristen bercerai itu tidak boleh dan jadi dosa? 

Lewat kesempatan kali ini, Saya ingin memberikan pandangan pribadi mengenai perceraian dalam perspektif Iman Kristen Saya.

Memang Saya bukanlah seorang Ahli Agama dan Tokoh Agama; tetapi sedikit banyak, Saya juga pernah diberi kesempatan sama Tuhan untuk memperdalam ilmu agama untuk pendidikan S1 dibidang Teologia.

Selain itu, Saya juga sangat gemar belajar hal-hal yang berhubungan tentang Iman Kristen tanpa membatasi diri dengan aliran-aliran ke’Kristen’an lainnya.

Oleh karena itu, Saya ingin menyampaikan opini pribadi Saya mengenai perceraian dalam Kehidupan Kristiani.

Memang Alkitab mencatat bahwa Perceraian itu adalah suatu tindakan yang sangat tidak disukai Tuhan, tetapi ingat, untuk kasus tertentu, Tuhan tidak melarangnya.

"Matius 19 : 8 - 9

9. Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengijinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

10. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.".

Berikut salah 1 ayat yang sering digunakan sebagai alasan untuk menolak perceraian:



Menurut mereka, pernikahan itu inisiatif Allah, dan manusia dipersatukan Allah dalam pernikahan.

Pertanyaannya adalah, apakah setiap orang Kristen yang menikah sudah pasti inisiatif Allah? Apakah pernikahan Kristen sudah pasti dipersatukan Allah?

Tidak bisa disangkal bahwa banyak orang Kristen menikah karena harta, karena hawa nafsu, karena kepentingan duniawi.

Ada banyak orang Kristen sebelum masuk dalam pernikahan sudah melakukan seks sehingga tanpa diketahui Pendeta yang akan melakukan pemberkatan nikah, ternyata si wanita sudah mengandung.

Apakah hal seperti itu masih bisa dikatakan sebagai pernikahan yang dipersatukan Allah?

Menurut Saya, mereka dipersatukan oleh hawa nafsunya, mereka dipersatukan oleh keinginan duniawinya, bahkan ada anak Tuhan yang pernikahannya dipersatukan oleh ikatan persahabatan orang tua dari kedua mempelai.

Masihkah Kita tetap mengatakan bahwa Pernikahan Kristen itu sudah pasti merupakan pernikahan yang diinisiatifi dan dipersatukan Allah?...

Jawablah jujur dalam hatimu saja kawan...

Jadi intinya, bolehkah orang Kristen bercerai?...

Menurut pendapat Saya, orang Kristen boleh bercerai jika sudah tidak bisa mempertahankan kebersamaan yang sudah diperjuangkan dengan berbagai macam cara, asal ada beberapa unsur perceraian yang harus diikuti:

Kasus perceraiannya karena Perzinahan.


Suka tidak suka, kasus perzinahan adalah salah satu pintu masuk untuk seseorang tidak bisa lagi hidup bersama dengan pasangannya, selain kematian.

Proses perceraian dilakukan secara sah.


Mat 5 : 31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Artinya, bahwa proses perceraian harus dilakukan secara sah menurut hukum yang berlaku.

Nah ketika 2 hal tersebut sudah memenuhi syarat, maka tidak ada alasan untuk seseorang menghalanginya.

Tetapi hanya saja menurut hemat Saya, lebih baik mempertahankan pernikahan yang sudah diujung tanduk daripada mengakhirinya karena 2 alasan yang Saya sebutkan diatas tadi.

Ini pendapat Saya, bagaimana dengan pendapat Anda? 😉😉😉

#OpiniPribadi

Image: google


Hanya ingin berbagi selagi punya kesempatan untuk berbagi.

Kami menolak komentar SPAM & SARA
EmoticonEmoticon